FOTO: Geliat Petani Kentang Dieng di Masa Pandemi

·Bacaan 2 menit
Sejumlah petani menyiapkan lahan untuk ditanami kentang di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1 Juli 2021. Hampir 90 persen lahan pertanian di kawasan Dieng ditanami kentang oleh masyarakat setempat. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Sejumlah petani menyiapkan lahan untuk ditanami kentang di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1 Juli 2021. Hampir 90 persen lahan pertanian di kawasan Dieng ditanami kentang oleh masyarakat setempat. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sejumlah petani menyiapkan lahan untuk ditanami kentang di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1 Juli 2021. Hampir 90 persen lahan pertanian di kawasan Dieng ditanami kentang oleh masyarakat setempat. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Seorang petani menyiapkan lahan untuk ditanami kentang di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1 Juli 2021. Pardi (51) salah seorang petani di Desa Sembungan mengungkapkan kentang jauh lebih bernilai dibandingkan jenis sayuran lain seperti daun bawang atau wortel. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Seorang petani menyiapkan lahan untuk ditanami kentang di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1 Juli 2021. Pardi (51) salah seorang petani di Desa Sembungan mengungkapkan kentang jauh lebih bernilai dibandingkan jenis sayuran lain seperti daun bawang atau wortel. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Seorang petani menyiapkan lahan untuk ditanami kentang di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1 Juli 2021. Pardi (51) salah seorang petani di Desa Sembungan mengungkapkan kentang jauh lebih bernilai dibandingkan jenis sayuran lain seperti daun bawang atau wortel. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Seorang petani merawat lahan kentang dengan semprotan antihama di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1Juli 2021. Menurut salah seorang petani, Pardi (51) kentang jauh lebih bernilai dibandingkan jenis sayuran lain lantaran harganya jauh lebih tinggi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Seorang petani merawat lahan kentang dengan semprotan antihama di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1Juli 2021. Menurut salah seorang petani, Pardi (51) kentang jauh lebih bernilai dibandingkan jenis sayuran lain lantaran harganya jauh lebih tinggi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Seorang petani merawat lahan kentang dengan semprotan antihama di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1Juli 2021. Menurut salah seorang petani, Pardi (51) kentang jauh lebih bernilai dibandingkan jenis sayuran lain lantaran harganya jauh lebih tinggi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sejumlah petani memanen kentang di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1 Juli 2021. Dalam setahun, petani mampu memanen kentang hingga 3-4 kali dengan jumlah 4-7 ton dalam sekali panen. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Sejumlah petani memanen kentang di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1 Juli 2021. Dalam setahun, petani mampu memanen kentang hingga 3-4 kali dengan jumlah 4-7 ton dalam sekali panen. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sejumlah petani memanen kentang di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1 Juli 2021. Dalam setahun, petani mampu memanen kentang hingga 3-4 kali dengan jumlah 4-7 ton dalam sekali panen. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sejumlah petani memanen kentang di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1 Juli 2021. Para petani kentang di Dieng selalu mengandalkan tengkulak untuk menjual hasil panen ke pasar. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Sejumlah petani memanen kentang di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1 Juli 2021. Para petani kentang di Dieng selalu mengandalkan tengkulak untuk menjual hasil panen ke pasar. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sejumlah petani memanen kentang di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1 Juli 2021. Para petani kentang di Dieng selalu mengandalkan tengkulak untuk menjual hasil panen ke pasar. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Seorang petani memanen kentang di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1 Juli 2021. Pandemi COVID-19 menyebabkan harga jual kentang menurun dari Rp 12-13 ribu per kilogram menjadi Rp 9 ribu-10 ribu per kilogram. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Seorang petani memanen kentang di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1 Juli 2021. Pandemi COVID-19 menyebabkan harga jual kentang menurun dari Rp 12-13 ribu per kilogram menjadi Rp 9 ribu-10 ribu per kilogram. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Seorang petani memanen kentang di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1 Juli 2021. Pandemi COVID-19 menyebabkan harga jual kentang menurun dari Rp 12-13 ribu per kilogram menjadi Rp 9 ribu-10 ribu per kilogram. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Seorang petani memikul keranjang berisi kentang di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1Juli 2021. Menurunnya harga jual kentang terjadi akibat sepinya permintaan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Seorang petani memikul keranjang berisi kentang di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1Juli 2021. Menurunnya harga jual kentang terjadi akibat sepinya permintaan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Seorang petani memikul keranjang berisi kentang di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1Juli 2021. Menurunnya harga jual kentang terjadi akibat sepinya permintaan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Seorang petani mengumpulkan kentang hasil panen di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1Juli 2021. Masyarakat di Dieng berharap pandemi segera berakhir agar harga kentang kembali normal dan geliat wisata kembali ramai. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Seorang petani mengumpulkan kentang hasil panen di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1Juli 2021. Masyarakat di Dieng berharap pandemi segera berakhir agar harga kentang kembali normal dan geliat wisata kembali ramai. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Seorang petani mengumpulkan kentang hasil panen di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1Juli 2021. Masyarakat di Dieng berharap pandemi segera berakhir agar harga kentang kembali normal dan geliat wisata kembali ramai. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sejumlah petani menggunakan sepeda motor untuk mendistribusikan pupuk di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1Juli 2021. Tidak ada satu kasus positif COVID-19 pun di wilayah ini.  (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Sejumlah petani menggunakan sepeda motor untuk mendistribusikan pupuk di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1Juli 2021. Tidak ada satu kasus positif COVID-19 pun di wilayah ini. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sejumlah petani menggunakan sepeda motor untuk mendistribusikan pupuk di Desa Sembungan, Dieng, Jawa Tengah, 1Juli 2021. Tidak ada satu kasus positif COVID-19 pun di wilayah ini. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel