FOTO: Geliat Petani Kolang-Kaling di Kaki Gunung Salak

·Bacaan 2 menit
Aktivitas petani saat mengolah buah aren menjadi kolang-kaling di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai menyebabkan penjualan kolang-kaling lesu. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Aktivitas petani saat mengolah buah aren menjadi kolang-kaling di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai menyebabkan penjualan kolang-kaling lesu. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Aktivitas petani saat mengolah buah aren menjadi kolang-kaling di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai menyebabkan penjualan kolang-kaling lesu. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Ajum (51) memisahkan buah aren batangnya sebelum dimasak menjadi kolang-kaling di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Menurut Ajum, tahun ini permintaan kolang-kaling menurun drastis dibandingkan tahun lalu. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Ajum (51) memisahkan buah aren batangnya sebelum dimasak menjadi kolang-kaling di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Menurut Ajum, tahun ini permintaan kolang-kaling menurun drastis dibandingkan tahun lalu. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Ajum (51) memisahkan buah aren batangnya sebelum dimasak menjadi kolang-kaling di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Menurut Ajum, tahun ini permintaan kolang-kaling menurun drastis dibandingkan tahun lalu. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Edi (60) menunjukkan buah aren yang akan diolah menjadi kolang-kaling di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Edi mengaku kolang-kaling miliknya hingga kini masih belum dibeli tengkulak. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Edi (60) menunjukkan buah aren yang akan diolah menjadi kolang-kaling di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Edi mengaku kolang-kaling miliknya hingga kini masih belum dibeli tengkulak. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Edi (60) menunjukkan buah aren yang akan diolah menjadi kolang-kaling di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Edi mengaku kolang-kaling miliknya hingga kini masih belum dibeli tengkulak. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pekerja memasak buah aren menjadi kolang-kaling di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Biasanya, pertengahan bulan puasa stok kolang kaling sudah habis diborong tengkulak, namun kini masih menumpuk di rumah. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Pekerja memasak buah aren menjadi kolang-kaling di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Biasanya, pertengahan bulan puasa stok kolang kaling sudah habis diborong tengkulak, namun kini masih menumpuk di rumah. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pekerja memasak buah aren menjadi kolang-kaling di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Biasanya, pertengahan bulan puasa stok kolang kaling sudah habis diborong tengkulak, namun kini masih menumpuk di rumah. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Suasana pengolahan buah aren menjadi kolang-kaling di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Tenaga pengupas buah aren mayoritas perempuan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Suasana pengolahan buah aren menjadi kolang-kaling di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Tenaga pengupas buah aren mayoritas perempuan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Suasana pengolahan buah aren menjadi kolang-kaling di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Tenaga pengupas buah aren mayoritas perempuan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pekerja perempuan membawa anak saat bekerja mengupas buah aren di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Dalam sehari, satu petani di kampung ini mampu menghasilkan 80-100 kg kolang-kaling. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Pekerja perempuan membawa anak saat bekerja mengupas buah aren di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Dalam sehari, satu petani di kampung ini mampu menghasilkan 80-100 kg kolang-kaling. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pekerja perempuan membawa anak saat bekerja mengupas buah aren di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Dalam sehari, satu petani di kampung ini mampu menghasilkan 80-100 kg kolang-kaling. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sejumlah pekerja perempuan membawa anak mereka saat bekerja mengupas buah aren di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Kolang-kaling dari petani dibanderol ke tengkulak dengan harga Rp 6.000-Rp 9.000 per kilogram. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Sejumlah pekerja perempuan membawa anak mereka saat bekerja mengupas buah aren di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Kolang-kaling dari petani dibanderol ke tengkulak dengan harga Rp 6.000-Rp 9.000 per kilogram. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sejumlah pekerja perempuan membawa anak mereka saat bekerja mengupas buah aren di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Kolang-kaling dari petani dibanderol ke tengkulak dengan harga Rp 6.000-Rp 9.000 per kilogram. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pekerja mengupas buah aren di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Kolang-kaling dari petani dibanderol ke tengkulak dengan harga Rp 6.000-Rp 9.000 per kilogram. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Pekerja mengupas buah aren di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Kolang-kaling dari petani dibanderol ke tengkulak dengan harga Rp 6.000-Rp 9.000 per kilogram. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pekerja mengupas buah aren di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Kolang-kaling dari petani dibanderol ke tengkulak dengan harga Rp 6.000-Rp 9.000 per kilogram. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pekerja menunjukkan kolang-kaling yang telah didiamkan selama seminggu dan menumpuk di rumah di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Tenaga pengupas buah aren mayoritas perempuan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Pekerja menunjukkan kolang-kaling yang telah didiamkan selama seminggu dan menumpuk di rumah di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Tenaga pengupas buah aren mayoritas perempuan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pekerja menunjukkan kolang-kaling yang telah didiamkan selama seminggu dan menumpuk di rumah di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Tenaga pengupas buah aren mayoritas perempuan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)