FOTO: Hari Pendidikan Nasional, Begini Semangat Para Ibu Berantas Buta Aksara

·Bacaan 2 menit
Ibu rumah tangga saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021).  TBM Lentera Pustaka yang berada di kaki Gunung Salak ini mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara sebanyak dua kali dalam seminggu. (merdeka.com/Arie Basuki)
Ibu rumah tangga saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021). TBM Lentera Pustaka yang berada di kaki Gunung Salak ini mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara sebanyak dua kali dalam seminggu. (merdeka.com/Arie Basuki)

Ibu rumah tangga saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021). TBM Lentera Pustaka yang berada di kaki Gunung Salak ini mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara sebanyak dua kali dalam seminggu. (merdeka.com/Arie Basuki)

Ibu rumah tangga belajar menulis dan berhitung saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021). Lebih dari dua setengah tahun, TBM Lentera Pustaka mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara. (merdeka.com/Arie Basuki)
Ibu rumah tangga belajar menulis dan berhitung saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021). Lebih dari dua setengah tahun, TBM Lentera Pustaka mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara. (merdeka.com/Arie Basuki)

Ibu rumah tangga belajar menulis dan berhitung saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021). Lebih dari dua setengah tahun, TBM Lentera Pustaka mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara. (merdeka.com/Arie Basuki)

Ibu rumah tangga saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021).  TBM Lentera Pustaka yang berada di kaki Gunung Salak ini mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara sebanyak dua kali dalam seminggu. (merdeka.com/Arie Basuki)
Ibu rumah tangga saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021). TBM Lentera Pustaka yang berada di kaki Gunung Salak ini mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara sebanyak dua kali dalam seminggu. (merdeka.com/Arie Basuki)

Ibu rumah tangga saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021). TBM Lentera Pustaka yang berada di kaki Gunung Salak ini mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara sebanyak dua kali dalam seminggu. (merdeka.com/Arie Basuki)

Ibu rumah tangga belajar menulis dan berhitung saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021). Lebih dari dua setengah tahun, TBM Lentera Pustaka mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara. (merdeka.com/Arie Basuki)
Ibu rumah tangga belajar menulis dan berhitung saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021). Lebih dari dua setengah tahun, TBM Lentera Pustaka mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara. (merdeka.com/Arie Basuki)

Ibu rumah tangga belajar menulis dan berhitung saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021). Lebih dari dua setengah tahun, TBM Lentera Pustaka mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara. (merdeka.com/Arie Basuki)

Ibu rumah tangga saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021).  TBM Lentera Pustaka yang berada di kaki Gunung Salak ini mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara sebanyak dua kali dalam seminggu. (merdeka.com/Arie Basuki)
Ibu rumah tangga saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021). TBM Lentera Pustaka yang berada di kaki Gunung Salak ini mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara sebanyak dua kali dalam seminggu. (merdeka.com/Arie Basuki)

Ibu rumah tangga saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021). TBM Lentera Pustaka yang berada di kaki Gunung Salak ini mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara sebanyak dua kali dalam seminggu. (merdeka.com/Arie Basuki)

Ibu rumah tangga belajar menulis dan berhitung saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021). Lebih dari dua setengah tahun, TBM Lentera Pustaka mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara. (merdeka.com/Arie Basuki)
Ibu rumah tangga belajar menulis dan berhitung saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021). Lebih dari dua setengah tahun, TBM Lentera Pustaka mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara. (merdeka.com/Arie Basuki)

Ibu rumah tangga belajar menulis dan berhitung saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021). Lebih dari dua setengah tahun, TBM Lentera Pustaka mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara. (merdeka.com/Arie Basuki)

Ibu rumah tangga saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021).  TBM Lentera Pustaka yang berada di kaki Gunung Salak ini mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara sebanyak dua kali dalam seminggu. (merdeka.com/Arie Basuki)
Ibu rumah tangga saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021). TBM Lentera Pustaka yang berada di kaki Gunung Salak ini mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara sebanyak dua kali dalam seminggu. (merdeka.com/Arie Basuki)

Ibu rumah tangga saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021). TBM Lentera Pustaka yang berada di kaki Gunung Salak ini mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara sebanyak dua kali dalam seminggu. (merdeka.com/Arie Basuki)