Foto: Ini Kerjasama yang Dilakukan TNI AD, Pertamina, dan BRI

.

Kerjasama TNI AD dengan Pertamina, berupa Karya Bhakti Sosial yang difokuskan pada tiga bidang, yaitu pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Masyarakat yang menjadi target kegiatan ini adalah masyarakat di daerah yang kurang mampu, khususnya di daerah perbatasan, daerah konflik dan di wilayah Timur Indonesia. Di bidang pendidikan, wujud bhakti sosial berupa penyediaan buku-buku untuk perpustakaan, perlengkapan pendidikan anak usia dini (PAUD), dan pemberian beasiswa. Di bidang kesehatan berupa pembangunan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), bantuan alat kesehatan dan bantuan mobil Ambulance. Sementara di bidang lingkungan hidup, berupa pemberian bantuan bibit dan penanaman pohon. Bantuan senilai Rp 68.610.000.000,- ini diserahkan secara simbolis oleh Pertamina kepada TNI AD usai penandatanganan MoU.

Sedangkan Kerjasama TNI AD dengan BRI, berupa Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) yang bertujuan mengoptimalkan pengelolaan dana pensiun prajurit dan PNS TNI AD, demi meningkatkan kesejahteraan mereka di masa tuanya nanti. Selain itu, BRI juga secara simbolis menyerahkan bantuan berupa 14 unit Laboratorium Bahasa Multimedia bagi 14 Rindam TNI AD, 5 unit kendaraan Ambulance, 121 paket beasiswa bagi putra/putri anggota TNI AD, serta renovasi Gedung TK Harjamukti Ditkuad, dengan nilai total keseluruhan sebesar Rp. 6.483.600.000,-.

Dalam sambutannya, Kasad menyampaikan bahwa MoU ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan-kegiatan yang sudah lama dilakukan, namun lewat MoU ini, kegiatan-kegiatan tersebut ditingkatkan kualitas dan jumlahnya. Menurutnya, bantuan dari Pertamina dan BRI ini harus disambut baik, sebab visi ketiga pihak yang terlibat MoU (TNI AD, Pertamina dan BRI) sama-sama memiliki visi yang sama yaitu memajukan masyarakat Indonesia. Selain itu, TNI AD memiliki kemampuan untuk menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat di pulau terdepan dan di daerah perbatasan yang sangat membutuhkan perhatian, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan dan kelayakan hidup. Ini terkait kehadiran TNI AD selama 24 jam di daerah-daerah tersebut. “TNI AD tidak akan besar jika jauh dari rakyatnya,” ujar Kasad menggambarkan kedekatan yang terjalin antara TNI AD dengan rakyat.

Dalam jumpa pers dengan wartawan, Kasad sekali lagi menekankan arti penting kerjasama ini dengan menyampaikan situasi yang terjadi di daerah perbatasan. Dimana prajurit sebuah Pos Perbatasan di Papua menjadi guru dadakan, karena terbatasnya tenaga pengajar disana. Namun, untuk mencegah mereka salah memberikan pengajaran, para prajurit ini perlu dukungan, diantaranya buku-buku sebagai bahan acuan untuk mengajar. Disinilah “nyambungnya” kebutuhan disana dengan bantuan dari Pertamina dan BRI, jelas Kasad.   

Menurut Kasad, program yang bertujuan membantu masyarakat, seperti yang dilakukan oleh Pertamina dan BRI adalah sebuah program yang mulia. Untuk itu, Kasad berharap agar para wartawan menyampaikan program mulia ini kepada khalayak luas. Dikatakan pula TNI AD bertugas untuk memperlancar saja. Disamping itu, Kasad juga meminta agar semua pihak bersama-sama mengawasi pelaksanaan program ini, agar bantuan yang diberikan dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan. “Apa lagi yang kita cari? Jalan menuju surga, mungkin ini caranya yang lebih mudah. Kita berbakti!” tegas Kasad.

 
NASIONAL POPULER

  • Siapa Petinggi KPK yang Dibidik Anas Urbaningrum?
  • Secara Hukum Partai Demokrat Bisa Dibubarkan
  • Anas Sindir SBY: Saya Baru Yakin Jadi Tersangka…
  • Tepuk Tangan Menggema Saat Anas Diumumkan Sebagai Tersangka
  • Pengurus Demokrat Tendang Kemaluan Wartawan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.