FOTO: Intensitas Hujan Tinggi, Hasil Panen Padi Marunda Tidak Maksimal

·Bacaan 2 menit
Foto udara para petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)
Foto udara para petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)

Foto udara para petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)

Foto udara petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)
Foto udara petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)

Foto udara petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)

Foto udara para petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)
Foto udara para petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)

Foto udara para petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)

Foto udara petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)
Foto udara petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)

Foto udara petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)

Foto udara para petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)
Foto udara para petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)

Foto udara para petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)

Seorang petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)
Seorang petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)

Seorang petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)

Seorang petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)
Seorang petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)

Seorang petani memanen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)

Seorang petani membawa hasil panen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)
Seorang petani membawa hasil panen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)

Seorang petani membawa hasil panen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)

Para petani membawa hasil panen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)
Para petani membawa hasil panen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)

Para petani membawa hasil panen padi di kawasan persawahan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (4/1/2022). Petani mengatakan hasil panen tahun ini tidak maksimal karena intensitas hujan tinggi mengakibatkan padi mengandung air, menjadi putih, serta ditambah adanya hama tikus. (merdeka.com/Imam Buhori)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel