Foto Iriana & Ibu Negara Korsel Dihina, Gibran: Nanti Ada yang Urus, Bukan Ditangkap

Merdeka.com - Merdeka.com - Nama Ibu Negara, Iriana Jokowi, mendadak jadi trending topic di Twitter, Kamis (17/11). Akun @KoprofilJati mengunggah foto Iriana bersama Madam Kim Keon Hee, istri Presiden Korea Selatan, Yoon Seok Yeol.

Bukan pujian yang disampaikan. Pemilik akun justru menulis komentar negatif. Namun cuitan tersebut langsung dihapus.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka yang juga anak pertama Iriana enggan menanggapi cuitan itu. Gibran mengaku tidak marah. Apalagi melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib.

"Aku ora nanggepi apa-apa. Enggak kaget, enggak marah," ujar Gibran saat ditemui, Jumat (18/11).

Gibran mengaku tidak akan melaporkan warganet yang telah berkomentar negatif menggunakan foto ibundanya. Hinaan, kata Gibran, sudah biasa dia terima.

"Enggak lapor, saya masih banyak kerjaan, males. Enggak (marah), kenapa marah. Wes biasa. Biar yang berwajib saja yang ngurus, kita ngurusin yang lain lain sek. Saya apa pernah to nglaporin kayak gitu. Saya lagi pusing kebanyakan kerjaan," ucapnya.

Nanti Ada yang Urus

Menurut Gibran, persoalan ini nantinya akan diselesaikan. Meskipun tidak melalui jalur hukum. Disinggung soal memaafkan perilaku warganet, Gibran mengaku telah melakukannya.

"Pokoke nanti ada yang ngurus, saya tak ngurus lainnya dulu. Ngurus bukan berarti ditangkap lho ya. Santai saja tidak usah dibesar-besarkan santai, santai. Urusan sepele nggak ngurus, nggak usah digagas," ucapnya.

Kendati tidak marah, namun Gibran menyebut jika pengunggah kalimat hinaan di akun twitter @KoprofilJati tersebut tidak tahu malu. Pemilik akun dinilai telah membuat malu, karena foto tersebut diunggah dengan ibu negara tetangga.

Tak hanya soal foto Iriana bersama Kim Keon Hee, Gibran juga geram dengan cacian terhadap pakaian batik oleh yang dilakukan warganet dari luar Indonesia.

"Ya kui seng ngisin-ngisini (itu yang bikin malu). Pada komen baju batik, macam-macam. Ora mudeng kultur e kene asal jeplak ning twitter (nggak tahu budaya disini, asal komentar saja di twitter)," katanya.

"Termasuk yang di luar negeri, YouTuber itu siapa yang kritik batik menghina batik sama saja," kesalnya. [noe]