FOTO: Kantor Bus Sekolah DKI Jakarta Disulap Jadi Tempat Isolasi Pasien COVID-19

·Bacaan 1 menit
Pasien COVID-19 berolahraga sore saat menjalani isolasi di Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Kantor UPAS disulap menjadi kamar karantina baik untuk pegawai atau warga. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Pasien COVID-19 berolahraga sore saat menjalani isolasi di Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Kantor UPAS disulap menjadi kamar karantina baik untuk pegawai atau warga. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pasien COVID-19 berolahraga sore saat menjalani isolasi di Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Kantor UPAS disulap menjadi kamar karantina baik untuk pegawai atau warga. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pasien COVID-19 berjalan saat menjalani isolasi di Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Ruang karantina di Kantor UPAS mampu menampung hingga 50 orang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Pasien COVID-19 berjalan saat menjalani isolasi di Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Ruang karantina di Kantor UPAS mampu menampung hingga 50 orang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pasien COVID-19 berjalan saat menjalani isolasi di Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Ruang karantina di Kantor UPAS mampu menampung hingga 50 orang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pasien COVID-19 menjalani isolasi di Ruang Karantina Darurat, Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Ruang karantina di Kantor UPAS bersifat transit atau sementara. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Pasien COVID-19 menjalani isolasi di Ruang Karantina Darurat, Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Ruang karantina di Kantor UPAS bersifat transit atau sementara. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pasien COVID-19 menjalani isolasi di Ruang Karantina Darurat, Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Ruang karantina di Kantor UPAS bersifat transit atau sementara. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pasien COVID-19 menjalani isolasi di Ruang Karantina Darurat, Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Pasien akan dirujuk ke Wisma Atlet dan Rusun Nagrak berdasarkan tingkat gejala. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Pasien COVID-19 menjalani isolasi di Ruang Karantina Darurat, Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Pasien akan dirujuk ke Wisma Atlet dan Rusun Nagrak berdasarkan tingkat gejala. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pasien COVID-19 menjalani isolasi di Ruang Karantina Darurat, Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Pasien akan dirujuk ke Wisma Atlet dan Rusun Nagrak berdasarkan tingkat gejala. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pasien COVID-19 menjalani isolasi di Ruang Karantina Darurat, Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Kantor UPAS disulap jadi kamar karantina bagi pasien COVID-19 untuk menambah ketersediaan tempat isolasi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Pasien COVID-19 menjalani isolasi di Ruang Karantina Darurat, Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Kantor UPAS disulap jadi kamar karantina bagi pasien COVID-19 untuk menambah ketersediaan tempat isolasi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pasien COVID-19 menjalani isolasi di Ruang Karantina Darurat, Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Kantor UPAS disulap jadi kamar karantina bagi pasien COVID-19 untuk menambah ketersediaan tempat isolasi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Seorang pasien COVID-19 berjemur dari balik jendela kamar isolasi di Ruang Karantina Darurat, Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Kantor UPAS disulap menjadi kamar karantina baik untuk pegawai atau warga. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Seorang pasien COVID-19 berjemur dari balik jendela kamar isolasi di Ruang Karantina Darurat, Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Kantor UPAS disulap menjadi kamar karantina baik untuk pegawai atau warga. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Seorang pasien COVID-19 berjemur dari balik jendela kamar isolasi di Ruang Karantina Darurat, Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Kantor UPAS disulap menjadi kamar karantina baik untuk pegawai atau warga. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pasien COVID-19 menjalani isolasi di Ruang Karantina Darurat, Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Ruang karantina di Kantor UPAS mampu menampung hingga 50 orang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Pasien COVID-19 menjalani isolasi di Ruang Karantina Darurat, Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Ruang karantina di Kantor UPAS mampu menampung hingga 50 orang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pasien COVID-19 menjalani isolasi di Ruang Karantina Darurat, Kantor Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (6/7/2021). Ruang karantina di Kantor UPAS mampu menampung hingga 50 orang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel