FOTO: Lebih Dekat dengan Odong-Odong Kampung Pulo

·Bacaan 1 menit
Odong-odong melintas di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Menurut sopir odong-odong, Gondrong (47), penumpangnya kebanyakan warga yang ingin bekerja, berbelanja, bersekolah, dan bentuk kegiatan lainnya. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Odong-odong melintas di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Menurut sopir odong-odong, Gondrong (47), penumpangnya kebanyakan warga yang ingin bekerja, berbelanja, bersekolah, dan bentuk kegiatan lainnya. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Odong-odong melintas di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Menurut sopir odong-odong, Gondrong (47), penumpangnya kebanyakan warga yang ingin bekerja, berbelanja, bersekolah, dan bentuk kegiatan lainnya. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Warga saat menaiki odong-odong di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Odong-odong di Kampung Pulo ini mulai beroperasi sejak pukul 06.00-18.00 WIB. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Warga saat menaiki odong-odong di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Odong-odong di Kampung Pulo ini mulai beroperasi sejak pukul 06.00-18.00 WIB. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Warga saat menaiki odong-odong di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Odong-odong di Kampung Pulo ini mulai beroperasi sejak pukul 06.00-18.00 WIB. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Warga saat menaiki odong-odong di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Uniknya, jika sore hari kebanyakan penumpang ialah ibu-ibu bersama anaknya yang sekadar ingin berjalan-jalan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Warga saat menaiki odong-odong di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Uniknya, jika sore hari kebanyakan penumpang ialah ibu-ibu bersama anaknya yang sekadar ingin berjalan-jalan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Warga saat menaiki odong-odong di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Uniknya, jika sore hari kebanyakan penumpang ialah ibu-ibu bersama anaknya yang sekadar ingin berjalan-jalan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Warga saat menaiki odong-odong di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Rute odong-odong mulai dari shelter di pengkolan Kampung Pulo-Jalan Inspeksi Ciliwung-Jalan Jatinegara Barat. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Warga saat menaiki odong-odong di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Rute odong-odong mulai dari shelter di pengkolan Kampung Pulo-Jalan Inspeksi Ciliwung-Jalan Jatinegara Barat. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Warga saat menaiki odong-odong di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Rute odong-odong mulai dari shelter di pengkolan Kampung Pulo-Jalan Inspeksi Ciliwung-Jalan Jatinegara Barat. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Gondrong (47) saat menyapa sopir odong-odong yang berpapasan di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Ongkos odong-odong biasanya dikenakan Rp 2.000 - Rp 3.000 untuk sekali jalan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Gondrong (47) saat menyapa sopir odong-odong yang berpapasan di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Ongkos odong-odong biasanya dikenakan Rp 2.000 - Rp 3.000 untuk sekali jalan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Gondrong (47) saat menyapa sopir odong-odong yang berpapasan di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Ongkos odong-odong biasanya dikenakan Rp 2.000 - Rp 3.000 untuk sekali jalan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Odong-odong melintas di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Sopir odong-odong kadang-kadang menggratiskan ongkos pada penumpangnya karena saling kenal. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Odong-odong melintas di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Sopir odong-odong kadang-kadang menggratiskan ongkos pada penumpangnya karena saling kenal. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Odong-odong melintas di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Sopir odong-odong kadang-kadang menggratiskan ongkos pada penumpangnya karena saling kenal. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Gondrong (47) saat mengendarai odong-odong di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Pandemi COVID-19 berdampak kepada pendapatan para sopir odong-odong yang menurun drastis. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Gondrong (47) saat mengendarai odong-odong di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Pandemi COVID-19 berdampak kepada pendapatan para sopir odong-odong yang menurun drastis. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Gondrong (47) saat mengendarai odong-odong di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Pandemi COVID-19 berdampak kepada pendapatan para sopir odong-odong yang menurun drastis. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sopir saat menghitung uang hasil menarik odong-odong di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Menurut Gondrong (47), pendapatannya sebelum pandemi COVID-19 dalam sehari bisa sampai Rp 250 ribu, namun kini Rp 100 ribu sudah baik. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Sopir saat menghitung uang hasil menarik odong-odong di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Menurut Gondrong (47), pendapatannya sebelum pandemi COVID-19 dalam sehari bisa sampai Rp 250 ribu, namun kini Rp 100 ribu sudah baik. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sopir saat menghitung uang hasil menarik odong-odong di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). Menurut Gondrong (47), pendapatannya sebelum pandemi COVID-19 dalam sehari bisa sampai Rp 250 ribu, namun kini Rp 100 ribu sudah baik. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel