FOTO: Lewat Pencak Silat, Sanggar Saung Dji’ih Lestarikan Adat dan Budaya Betawi

·Bacaan 1 menit
Sebagai wadah seni dan budaya, Sanggar Saung Dji’ih juga mengajarkan kepada anggotanya bela diri pencak silat Betawi. Menurut Bang Awi, pencak silat betawi bukan hanya olahraga untuk membela diri, ada banyak makna filosofis terkandung dalam setiap gerakannya. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Sebagai wadah seni dan budaya, Sanggar Saung Dji’ih juga mengajarkan kepada anggotanya bela diri pencak silat Betawi. Menurut Bang Awi, pencak silat betawi bukan hanya olahraga untuk membela diri, ada banyak makna filosofis terkandung dalam setiap gerakannya. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sebagai wadah seni dan budaya, Sanggar Saung Dji’ih juga mengajarkan kepada anggotanya bela diri pencak silat Betawi. Menurut Bang Awi, pencak silat betawi bukan hanya olahraga untuk membela diri, ada banyak makna filosofis terkandung dalam setiap gerakannya. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Aris saat memberi materi gerakan silat di Sanggar Saung Dji’ih di Kawasan Cinere, Depok, Minggu (21/02/2021). Menurutnya, keberadaan Sanggar Saung Dji’ih bukan hanya melestarikan adat dan budaya betawi tetapi merupakan bentuk tanggung jawab pengabdian masyarakat. . (Liputan6.com/Helmi Fithriansy
Aris saat memberi materi gerakan silat di Sanggar Saung Dji’ih di Kawasan Cinere, Depok, Minggu (21/02/2021). Menurutnya, keberadaan Sanggar Saung Dji’ih bukan hanya melestarikan adat dan budaya betawi tetapi merupakan bentuk tanggung jawab pengabdian masyarakat. . (Liputan6.com/Helmi Fithriansy

Aris saat memberi materi gerakan silat di Sanggar Saung Dji’ih di Kawasan Cinere, Depok, Minggu (21/02/2021). Menurutnya, keberadaan Sanggar Saung Dji’ih bukan hanya melestarikan adat dan budaya betawi tetapi merupakan bentuk tanggung jawab pengabdian masyarakat. . (Liputan6.com/Helmi Fithriansy

Melalui pencak silat selain menjaga kebugaran tubuh, tali silaturahim akan semakin erat yang bermuara pada persaudaraan. Lewat pencak silat, Sanggar Saung Dji’ih juga mengajarkan nilai-nilai agama dan budaya yang terkandung dalam setiap gerakan. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Melalui pencak silat selain menjaga kebugaran tubuh, tali silaturahim akan semakin erat yang bermuara pada persaudaraan. Lewat pencak silat, Sanggar Saung Dji’ih juga mengajarkan nilai-nilai agama dan budaya yang terkandung dalam setiap gerakan. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Melalui pencak silat selain menjaga kebugaran tubuh, tali silaturahim akan semakin erat yang bermuara pada persaudaraan. Lewat pencak silat, Sanggar Saung Dji’ih juga mengajarkan nilai-nilai agama dan budaya yang terkandung dalam setiap gerakan. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Logo Tangan Terbuka dan Terkepal Sanggar Saung Dji’ih memiliki makna kekuatan mental untuk Satu Tekad, Satu Tujuan dan Satu Ikatan dalam upaya melestarikan adat dan budaya betawi di tengah-tengah gempuran zaman. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Logo Tangan Terbuka dan Terkepal Sanggar Saung Dji’ih memiliki makna kekuatan mental untuk Satu Tekad, Satu Tujuan dan Satu Ikatan dalam upaya melestarikan adat dan budaya betawi di tengah-tengah gempuran zaman. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Logo Tangan Terbuka dan Terkepal Sanggar Saung Dji’ih memiliki makna kekuatan mental untuk Satu Tekad, Satu Tujuan dan Satu Ikatan dalam upaya melestarikan adat dan budaya betawi di tengah-tengah gempuran zaman. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Beragam penghargaan dan piala dari berbagai ajang seni dan budaya berhasil didapat Sanggar Saung Dji’ih. Hal ini membuktikan eksistensi Sanggar Saung Dji’ih yang secara resmi didirikan 13 tahun lalu atau tepatnya pada 14 Februari 2008. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Beragam penghargaan dan piala dari berbagai ajang seni dan budaya berhasil didapat Sanggar Saung Dji’ih. Hal ini membuktikan eksistensi Sanggar Saung Dji’ih yang secara resmi didirikan 13 tahun lalu atau tepatnya pada 14 Februari 2008. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Beragam penghargaan dan piala dari berbagai ajang seni dan budaya berhasil didapat Sanggar Saung Dji’ih. Hal ini membuktikan eksistensi Sanggar Saung Dji’ih yang secara resmi didirikan 13 tahun lalu atau tepatnya pada 14 Februari 2008. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Baju Pangsi dan Kopiah berikut sabuk, batu cincin, gelang bahar dan golok menjadi bagian tak terpisahkan dari adat dan budaya betawi yang terus dilestarikan Sanggar Saung Dji’ih melalui seni bela diri pencak silat. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Baju Pangsi dan Kopiah berikut sabuk, batu cincin, gelang bahar dan golok menjadi bagian tak terpisahkan dari adat dan budaya betawi yang terus dilestarikan Sanggar Saung Dji’ih melalui seni bela diri pencak silat. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Baju Pangsi dan Kopiah berikut sabuk, batu cincin, gelang bahar dan golok menjadi bagian tak terpisahkan dari adat dan budaya betawi yang terus dilestarikan Sanggar Saung Dji’ih melalui seni bela diri pencak silat. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Pimpinan Sanggar Saung Dji’ih, Nahrowi atau biasa disapa Bang Awi (tengah) bersama pengurus inti berpose saat ditemui di Kawasan Cinere, Depok, Minggu (21/02/2021). Sanggar Saung Dji’ih merupakan wadah pelestarian adat dan budaya Betawi. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Pimpinan Sanggar Saung Dji’ih, Nahrowi atau biasa disapa Bang Awi (tengah) bersama pengurus inti berpose saat ditemui di Kawasan Cinere, Depok, Minggu (21/02/2021). Sanggar Saung Dji’ih merupakan wadah pelestarian adat dan budaya Betawi. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Pimpinan Sanggar Saung Dji’ih, Nahrowi atau biasa disapa Bang Awi (tengah) bersama pengurus inti berpose saat ditemui di Kawasan Cinere, Depok, Minggu (21/02/2021). Sanggar Saung Dji’ih merupakan wadah pelestarian adat dan budaya Betawi. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)