Foto Luthfi-Ahmad Fathanah Sedang Rapat Beredar

TEMPO.CO, Jakarta - Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah sudah lama berkongsi. Foto yang didapat Tempo menunjukkan bahwa mereka pernah rapat bersama di Jakarta.

Dalam foto itu, Luthfi Hasan memakai baju lengan pendek berwarna biru. Adapun Ahmad Fathanah memakai baju safari krem berlengan panjang. Mereka duduk berdampingan.

Menurut sumber Tempo, foto itu terjadi saat rapat membahas perbenihan di Jakarta. Rapat ini terjadi pada Ramadan tahun 2012.

Perkawanan Luthfi Hasan dan Ahmad Fathanah ini memang bukan pertemanan biasa. Mereka bahkan membuat perusahaan bersama, yakni PT Atlas Jaringan Satu. Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan. Luthfi menjadi komisarisnya, Ahmad Hasan menjadi bosnya.

Perusahaan mereka menjadi perhatian publik saat pada 2005 keduanya pernah dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Perusahaan Luthfi-Fathanah ini ingkar janji kepada PT Osami Multimedia. Mereka dituduh menipu karena tak memenuhi pesanan penjualan voucher kartu telepon Simpati dan Indosat.

"Ketika itu masih ada tanggung jawab senilai Rp 5,5 miliar yang belum mereka penuhi," ujar komisaris Osami yang enggan disebut namanya, akhir pekan lalu. "Kami usahakan dengan menyerahkan surat pernyataan kesediaan melunasi yang sudah ditandatangani oleh Luthfi dan Olong."

Zainuddin Paru, pengacara Luthfi, menyangkal Ahmad adalah teman Luthfi. Menurut dia, Ahmad justru utusan perusahaan importir daging. »Bukan staf, apalagi teman Luthfi,” ujarnya.

Pengacara Luthfi, Mohammad Assegaf, belum bisa dimintai konfirmasi. Ia mengatakan belum tahu secara detail kasus yang melibatkan kliennya. »Belum total alias sama sekali belum menyentuh materi,” kata Assegaf, kemarin.

TIM TEMPO

Berita terpopuler

Yusuf Supendi: Konspirasi Suap Daging, PKS Mabuk

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.