Foto Majalah Dewasa, Tina Toon Kaget Kehebohannya

TEMPO.CO, Jakarta--Tina Toon, imaji gadis cilik dengan goyang bolo-bolo sudah tak terlihat lagi secara fisik. Dara berusia 19 tahun itu kini tumbuh menjadi sosok yang jelita dengan tubuh yang ramping dan dandanan kasual. Sosok yang berubah itu terlihat juga dalam sebuah sampul majalah dewasa yang menjadikan Tina sebagai remaja beranjak dewasa.

Tina dengan dandanan bertema Jepang tapi pose yang menunjukkan sejumlah badannya terbuka dengan tema "It's Tina! Grown Up and Transformed". "Dari awal aku tidak tahu sama sekali kalau pengaruhnya sebesar itu," ujar Tina ketika ditemui di kediamannya, Jumat, 14 Desember 2012.

Ternyata majalah yang memuat Tina itu laris, setidaknya Omanya Tina pun kesulitan untuk memperoleh edisi tersebut di sekitar kelapa gading. Lalu majalah tersebut juga jarang ditemui di sekitar Salemba, Jakarta Pusat. "Iya teman aku juga bilang bahwa susah cari yang edisi itu,"ujar dia.

Pemilik nama lengkap Agustina Hermanto ini, menuturkan bahwa foto di majalah dewasa tersebut sebenarnya tidak seheboh sesi foto yang pernah dilakukan sebelumnya. "Aku pun pernah cover majalah Fit (majalah kebugaran) dan lebih seksi dari itu," ujar dia. Tapi, Ia melanjutkan, karena citra majalah yang dewasa dan imaji Tina yang lekat dengan penyanyi cilik, maka banyak yang kaget.

"Orang tua sempat marah dan kecewa, cuman akhirnya mereka ngerti bahwa itu art," kata Tina. Tak hanya orang tua, kerabat, teman dan fan pun sempat mempertanyakan keputusan tersebut. Kini, Tina mengaku sudah mengambil banyak pelajaran dari keputusan menjadi model di majalah dewasa. "Ke depannya, harus ambil keputusan dan kompromisnya jelas," Ia menegaskan.

Hikmahnya, menurut Tina, adalah ternyata banyak orang yang masih memperhatikan dia. "Banyak yang perhatiin, apapun yang Tina lakukan diperhatiin," ujar dara berusia 19 tahun ini. Lihat foto lengkap Tina Toon.

DIANING SARI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.