FOTO: Masyarakat Adat Tono Batak Geruduk Kantor Menteri Luhut

·Bacaan 1 menit
Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Massa meminta Menteri Luhut Binsar Panjaitan untuk mencabut investasi dan menutup PT. TPL. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Massa meminta Menteri Luhut Binsar Panjaitan untuk mencabut investasi dan menutup PT. TPL. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Massa meminta Menteri Luhut Binsar Panjaitan untuk mencabut investasi dan menutup PT. TPL. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Aksi diikuti 40 orang perwakilan masyarakat adat Tono Batak. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Aksi diikuti 40 orang perwakilan masyarakat adat Tono Batak. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Aksi diikuti 40 orang perwakilan masyarakat adat Tono Batak. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Massa meminta Menteri Luhut Binsar Panjaitan untuk mencabut investasi dan menutup PT. TPL. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Massa meminta Menteri Luhut Binsar Panjaitan untuk mencabut investasi dan menutup PT. TPL. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Massa meminta Menteri Luhut Binsar Panjaitan untuk mencabut investasi dan menutup PT. TPL. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Aksi diikuti 40 orang perwakilan masyarakat adat Tono Batak. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Aksi diikuti 40 orang perwakilan masyarakat adat Tono Batak. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Aksi diikuti 40 orang perwakilan masyarakat adat Tono Batak. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Massa meminta Menteri Luhut Binsar Panjaitan untuk mencabut investasi dan menutup PT. TPL. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Massa meminta Menteri Luhut Binsar Panjaitan untuk mencabut investasi dan menutup PT. TPL. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Massa meminta Menteri Luhut Binsar Panjaitan untuk mencabut investasi dan menutup PT. TPL. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Aksi diikuti 40 orang perwakilan masyarakat adat Tono Batak. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Aksi diikuti 40 orang perwakilan masyarakat adat Tono Batak. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Aksi diikuti 40 orang perwakilan masyarakat adat Tono Batak. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Massa meminta Menteri Luhut Binsar Panjaitan untuk mencabut investasi dan menutup PT. TPL. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Massa meminta Menteri Luhut Binsar Panjaitan untuk mencabut investasi dan menutup PT. TPL. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutut TPL menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Massa meminta Menteri Luhut Binsar Panjaitan untuk mencabut investasi dan menutup PT. TPL. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel