Foto: Menengok Kembali Kejayaan Tim Thomas Indonesia Tahun 2002

·Bacaan 1 menit
Selama 19 tahun Indonesia harus bersabar menanti piala yang menjadi lambang kebanggan kejuaraan beregu putra itu kembali ke pelukan. (AFP/Goh Chai Hin)
Selama 19 tahun Indonesia harus bersabar menanti piala yang menjadi lambang kebanggan kejuaraan beregu putra itu kembali ke pelukan. (AFP/Goh Chai Hin)

Selama 19 tahun Indonesia harus bersabar menanti piala yang menjadi lambang kebanggan kejuaraan beregu putra itu kembali ke pelukan. (AFP/Goh Chai Hin)

Sebelumnya Indonesia menjuarai Piala Thomas pada edisi tahun 2002 di Guangzhou, China. (AFP/Peter Parks)
Sebelumnya Indonesia menjuarai Piala Thomas pada edisi tahun 2002 di Guangzhou, China. (AFP/Peter Parks)

Sebelumnya Indonesia menjuarai Piala Thomas pada edisi tahun 2002 di Guangzhou, China. (AFP/Peter Parks)

Kala itu, Indonesia berhasil merengkuh trofi Piala Thomas ke-13 dengan menumbangkan Malaysia 3-2 di partai final. (AFP/Goh Chai Hin)
Kala itu, Indonesia berhasil merengkuh trofi Piala Thomas ke-13 dengan menumbangkan Malaysia 3-2 di partai final. (AFP/Goh Chai Hin)

Kala itu, Indonesia berhasil merengkuh trofi Piala Thomas ke-13 dengan menumbangkan Malaysia 3-2 di partai final. (AFP/Goh Chai Hin)

Saat itu Tim Thomas Indonesia diperkuat oleh Marleve Mainaky, Taufik Hidayat, Hendrawan, Budi Santoso, dan Rony Agustinus di sektor tunggal. (AFP/Peter Parks)
Saat itu Tim Thomas Indonesia diperkuat oleh Marleve Mainaky, Taufik Hidayat, Hendrawan, Budi Santoso, dan Rony Agustinus di sektor tunggal. (AFP/Peter Parks)

Saat itu Tim Thomas Indonesia diperkuat oleh Marleve Mainaky, Taufik Hidayat, Hendrawan, Budi Santoso, dan Rony Agustinus di sektor tunggal. (AFP/Peter Parks)

Sementara di sektor ganda, ada Candra Wijaya, sigit Budiarto, Halim Haryanto, Tri Kusharyanto, dan Bambang Suprianto. (AFP/Peter Parks)
Sementara di sektor ganda, ada Candra Wijaya, sigit Budiarto, Halim Haryanto, Tri Kusharyanto, dan Bambang Suprianto. (AFP/Peter Parks)

Sementara di sektor ganda, ada Candra Wijaya, sigit Budiarto, Halim Haryanto, Tri Kusharyanto, dan Bambang Suprianto. (AFP/Peter Parks)

Indonesia patut berbangga karena trofi yang telah lama dirindukan akhirnya kembali pulang kepelukan. Jonatan Christie dan kawan-kawan menjuarai Thomas Cup 2020. (AFP/Goh Chai Hin)
Indonesia patut berbangga karena trofi yang telah lama dirindukan akhirnya kembali pulang kepelukan. Jonatan Christie dan kawan-kawan menjuarai Thomas Cup 2020. (AFP/Goh Chai Hin)

Indonesia patut berbangga karena trofi yang telah lama dirindukan akhirnya kembali pulang kepelukan. Jonatan Christie dan kawan-kawan menjuarai Thomas Cup 2020. (AFP/Goh Chai Hin)

Tim badminton Merah Putih mengalahkan juara bertahan China 3-0 pada laga final di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021). (AFP/Goh Chai Hin)
Tim badminton Merah Putih mengalahkan juara bertahan China 3-0 pada laga final di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021). (AFP/Goh Chai Hin)

Tim badminton Merah Putih mengalahkan juara bertahan China 3-0 pada laga final di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021). (AFP/Goh Chai Hin)

Sukses ini mengakhiri penantian panjang selama 19 tahun untuk membawa pulang Piala Thomas ke Tanah Air. Terakhir, Indonesia memenangkan turnamen bergengsi bulu tangkis beregu putra itu pada 2002 lalu. (AFP/Goh Chai Hin)
Sukses ini mengakhiri penantian panjang selama 19 tahun untuk membawa pulang Piala Thomas ke Tanah Air. Terakhir, Indonesia memenangkan turnamen bergengsi bulu tangkis beregu putra itu pada 2002 lalu. (AFP/Goh Chai Hin)

Sukses ini mengakhiri penantian panjang selama 19 tahun untuk membawa pulang Piala Thomas ke Tanah Air. Terakhir, Indonesia memenangkan turnamen bergengsi bulu tangkis beregu putra itu pada 2002 lalu. (AFP/Goh Chai Hin)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel