FOTO: Menghormati Arwah Pahlawan Perang Jepang di Festival Mitama

·Bacaan 2 menit
Para pengunjung berdoa saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)
Para pengunjung berdoa saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)

Para pengunjung berdoa saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)

Pengunjung berjalan melewati lentera kertas saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)
Pengunjung berjalan melewati lentera kertas saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)

Pengunjung berjalan melewati lentera kertas saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)

Para pengunjung berjalan melewati lentera kertas saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)
Para pengunjung berjalan melewati lentera kertas saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)

Para pengunjung berjalan melewati lentera kertas saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)

Para pengunjung berjalan melewati lentera kertas saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)
Para pengunjung berjalan melewati lentera kertas saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)

Para pengunjung berjalan melewati lentera kertas saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)

Pengunjung berjalan melewati lentera kertas saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)
Pengunjung berjalan melewati lentera kertas saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)

Pengunjung berjalan melewati lentera kertas saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)

Pengunjung berpose untuk foto dengan lentera kertas saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)
Pengunjung berpose untuk foto dengan lentera kertas saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)

Pengunjung berpose untuk foto dengan lentera kertas saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)

Sepasang kekasih duduk di bawah lentera kertas saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)
Sepasang kekasih duduk di bawah lentera kertas saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)

Sepasang kekasih duduk di bawah lentera kertas saat Festival Mitama di Kuil Yasukuni, Tokyo, Jepang, Rabu (14/7/2021). Festival Mitama dirayakan sejak 1947 untuk menghormati jiwa para arwah yang diabadikan serta tentara yang gugur dari perang Jepang di masa lalu. (BEHROUZ MEHRI/AFP)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel