Foto 'Mesra' SBY dan Ketua FPI Habib Rizieq Beredar di Internet

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perseteruan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq terus bergulir. Awalnya konflik mereka berdua terjadi setelah ada bentrok massa FPI dengan warga di Kendal, Jawa Tengah yang dipicu sweeping tempat prostitusi di Sukorejo.

Presiden SBY pun langsung bereaksi. Aksi sweeping sangatlah mencederai ajaran Agama Islam.

"Sangat jelas kalau ada elemen melakukan itu dan mengatasnamakan Islam justru memalukan agama Islam, mencederai agama Islam. Saya harus katakan itu saudara-saudara," ucap SBY Minggu(22/7/2013) di Kemayoran, Jakarta.

Namun, perseteruan Habib Rizieq dan SBY kini menjadi menarik. Sebab, di sebuah akun media sosial facebook bernama "Anda Bertanya Habib Rizieq Menjawab" tertera foto SBY dan Habib Rizieq. Keduanya terlihat akrab dan 'mesra 'sekali.

Dalam foto tersebut SBY masih menjabat sebagai Kaster ABRI dan berpangkat Letjen. SBY di foto tersebut mengenakan peci berwarna hitam dengan baju koko putih.

Sementara Habib Rizieq mengenakan peci berwarna putih mengenakan surban dan kaca mata. Foto tersebut juga tertulis keterangan "Bersama Kaster ABRI Letjen Soesilo BY di Milad FPI ke-1".

Diduga foto tersebut diambil saat FPI merayakan milad ke-1.

Foto yang diunduh ke Facebook tersebut juga ada keterangan yang tertulis "Walau ane bilang fengecut, tafi fercayalah sebenarnya ane temen karib sejak dulu,"

Entah siapa yang menuliskan kalimat tersebut, yang jelas beredarnya foto tersebut menyiratkan bahwa baik SBY dan Habib Rizieq sangat akrab dan dekat. Tidak seperti belakangan ini yang diberitakan oleh media massa bahwa keduanya sedang berkonflik.

Baca Juga:

Polda Sulut Awasi Gerak Gerik FPI

Mendagri tak Takut Bubarkan FPI

Presiden SBY Buka Puasa Bareng 5.000 Anak Yatim Piatu

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.