Foto Model Jennifer Tewas Bersimbah Darah Ditembak Tentara Kekasihnya

·Bacaan 1 menit

VIVA – Seorang foto model bernama Jennifer Ugadu ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di kamar apartemennya di Baylesa State, Nigeria.

Berdasarkan informasi yang dihimpun VIVA Militer, Kamis 22 Juli 2021, foto model itu ditemukan sudah tak bernyawa dalam kondisi tubuh membusuk di atas ranjang kamar apartemennya.

Jenazah Jennifer ditemukan pada 11 Juni 2021, dari identifikasi pada jenazah, gadis yang berstatus sebagai mahasiswi di Niger Delta University (NDU) itu ditemukan banyak luka.

Di belakang tubuhnya ada luka tembakan dan pelurunya masih bersarang di tubuh gadis itu. Ada juga beberapa luka tusukan. Dan yang paling sadis, salah satu jari tangan Jennifer hilang karena dipotong oleh pembunuhnya.

Awalnya tak ada yang melihat dan tahu siapa pelaku pembunuhan berdarah itu. Akhirnya baru terungkap bahwa ternyata Jennifer dibunuh oleh seorang prajurit militer Angkatan Bersenjata Nigeria.

Nama tentara itu Jay Matol. Dan yang disangka-sangka, Jay ternyata kekasih korban sendiri. Mereka diketahui sudah perpacaran selama lebih dari lima tahun.

Identitas Jay terungkap sebagai pembunuh setelah ditemukan bukti percakapan dan ancaman pembunuh yang dilayangkan Jay kepada kekasihnya itu. Dan Jay sudah mengakui perbuatannya.

Jay Matol mengaku tega menghabisi nyawa kekasihnya itu karena cemburu, korban disebutnya telah berselingkuh dengan pria lain.

Juru bicara militer Nigeria, Brigjen Onyewa Nwachukwu angkat bicara atas kasus pembunuhan yang dilakukan prajuritnya itu. Dia mengatakan, militer akan menyelidiki kasus itu dan tidak akan memberikan keringan hukuman jika terbukti Jay pelakunya.

"NA (Tentara Nigeria) sebagai organisasi yang profesional dan disiplin akan terus menjunjung dan menghormati Hak Asasi Manusia Dasar warga negara sebagaimana diabadikan dalam konstitusi 1999 Republik Federal Nigeria," kata Brigjen Onyewa Nwachukwu dikutip dalam wawancara dengan gbetutv.

Baca: Mantap, Akhirnya TNI Siapkan Pasukan Rajawali Bergerak Masuk Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel