FOTO: Ngeri, Jenazah Korban Corona Telantar di Jalanan Ekuador

Jenazah yang tergeletak selama tiga hari terlihat di luar sebuah klinik di Guayaquil, Ekuador, Jumat (3/4/2020). Otoritas setempat telah mengumpulkan sekitar 150 jenazah korban virus corona COVID-19 dari jalan-jalan dan rumah-rumah warga di Guayaquil. (Str/Marcos Pin/AFP)

Jenazah yang tergeletak selama tiga hari terlihat di luar sebuah klinik di Guayaquil, Ekuador, Jumat (3/4/2020). Otoritas setempat telah mengumpulkan sekitar 150 jenazah korban virus corona COVID-19 dari jalan-jalan dan rumah-rumah warga di Guayaquil. (Str/Marcos Pin/AFP)

Peti mati berisi jenazah yang diduga meninggal karena virus corona COVID-19 terlihat di luar blok apartemen di Guayaquil, Ekuador, Kamis (2/4/2020). Tidak ada yang berani menyentuh jenazah yang diduga meninggal karena virus corona COVID-19 tersebut. (AP Photo/Filiberto Faustos)

Peti mati berisi jenazah yang diduga meninggal karena virus corona COVID-19 terlihat di luar blok apartemen di Guayaquil, Ekuador, Kamis (2/4/2020). Tidak ada yang berani menyentuh jenazah yang diduga meninggal karena virus corona COVID-19 tersebut. (AP Photo/Filiberto Faustos)

Peti mati berisi jenazah yang diduga meninggal karena virus corona COVID-19 terlihat di luar blok apartemen di Guayaquil, Ekuador, Kamis (2/4/2020). Rumah sakit dan rumah duka di Guayaquil begitu kewalahan dengan gelombang pasien maupun korban meninggal yang bertambah. (AP Photo/Filiberto Faustos)

Peti mati berisi jenazah yang diduga meninggal karena virus corona COVID-19 terlihat di luar blok apartemen di Guayaquil, Ekuador, Kamis (2/4/2020). Rumah sakit dan rumah duka di Guayaquil begitu kewalahan dengan gelombang pasien maupun korban meninggal yang bertambah. (AP Photo/Filiberto Faustos)

Polisi melihat ke arah jenazah yang diduga meninggal karena virus corona COVID-19 di teras sebuah rumah di pinggiran Guayaquil, Ekuador, Jumat (3/4/2020). Hingga 6 April 2020, tercatat ada 3.646 kasus positif COVID-19 di Ekuador dengan angka kematian sebesar 180 orang. (AP Photo/Edison Choco)

Polisi melihat ke arah jenazah yang diduga meninggal karena virus corona COVID-19 di teras sebuah rumah di pinggiran Guayaquil, Ekuador, Jumat (3/4/2020). Hingga 6 April 2020, tercatat ada 3.646 kasus positif COVID-19 di Ekuador dengan angka kematian sebesar 180 orang. (AP Photo/Edison Choco)

Polisi dan petugas kedokteran forensik mengambil jenazah korban virus corona COVID-19 dari sebuah rumah di Guayaquil, Ekuador, Kamis (27/3/2020). Melihat banyaknya jenazah di Guayaquil, diduga korban tewas akibat COVID-19 di Ekuador lebih banyak dari angka resmi. (Guayas Government/AFP)

Polisi dan petugas kedokteran forensik mengambil jenazah korban virus corona COVID-19 dari sebuah rumah di Guayaquil, Ekuador, Kamis (27/3/2020). Melihat banyaknya jenazah di Guayaquil, diduga korban tewas akibat COVID-19 di Ekuador lebih banyak dari angka resmi. (Guayas Government/AFP)

Sebuah truk mengangkut sejumlah peti mati di trotoar luar rumah sakit di Guayaquil, Ekuador, Rabu (1/4/2020). Warga Guayaquil mengungkapkan kemarahan mereka atas cara pemerintah menangani korban meninggal karena virus corona COVID-19. (Enrique ORTIZ/AFPTV/AFP)

Sebuah truk mengangkut sejumlah peti mati di trotoar luar rumah sakit di Guayaquil, Ekuador, Rabu (1/4/2020). Warga Guayaquil mengungkapkan kemarahan mereka atas cara pemerintah menangani korban meninggal karena virus corona COVID-19. (Enrique ORTIZ/AFPTV/AFP)

Petugas membawa peti mati menuju sebuah pemakaman di Guayaquil, Ekuador, Kamis (2/4/2020). Sejumlah video yang menyebar di media sosial memperlihatkan bagaimana jenazah korban vurus corona COVID-19 dibiarkan telantar di jalanan Guayaquil. (Enrique Ortiz/AFP)

Petugas membawa peti mati menuju sebuah pemakaman di Guayaquil, Ekuador, Kamis (2/4/2020). Sejumlah video yang menyebar di media sosial memperlihatkan bagaimana jenazah korban vurus corona COVID-19 dibiarkan telantar di jalanan Guayaquil. (Enrique Ortiz/AFP)

Sejumlah truk mengangkut peti mati ke sebuah pemakaman di Guayaquil, Ekuador, Rabu (1/4/2020). Wakil Presiden Ekuador Otto Sonnenholzner meminta maaf atas kabar banyaknya jenazah korban virus corona COVID-19 yang tergeletak di jalanan Guayaquil. (Marcos Pin/AFP)

Sejumlah truk mengangkut peti mati ke sebuah pemakaman di Guayaquil, Ekuador, Rabu (1/4/2020). Wakil Presiden Ekuador Otto Sonnenholzner meminta maaf atas kabar banyaknya jenazah korban virus corona COVID-19 yang tergeletak di jalanan Guayaquil. (Marcos Pin/AFP)