Foto Orangutan Kalimantan yang Memukau Menang Penghargaan Dunia

·Bacaan 3 menit

Sebuah foto memukau yang memperlihatkan orangutan dan pantulan langit di atas air memenangkan kompetisi Nature TTL Photographer of the Year tahun 2021.

Foto karya fotografer asal Kanada, Thomas Vijayan, itu diberi judul Dunia yang Terbalik. Foto itu mengalahkan 8.000 foto dari seluruh dunia.

Sebagai juara pertama, Vijayan meraih hadiah £1.500 atau sekitar Rp30 juta.

"Foto yang dibuatnya benar-benar unik dan langsung terlihat unggul di hadapan panel juri," kata Will Nicholls, pendiri kompetisi Nature TTL.

"Dengan perspektif dan komposisi yang unik, Anda ingin segera mencari tahu apa sebenarnya yang Anda lihat," kata Nicholls.

Vijayan mengabadikan potret itu di Kalimantan. Dia memilih pohon yang ada di dalam air sehingga bisa mendapatkan pantulan langit yang bagus dan menciptakan efek terbalik.

"Foto ini sangat berarti bagi saya karena saat ini populasi orangutan berkurang pada tingkat yang mengkhawatirkan," katanya.

"Pohon berusia lebih dari 1.000 tahun itu, yang merupakan aset utama bagi Bumi, ditebang untuk kepentingan perusahaan kelapa sawit.

"Sebagai manusia, kita memiliki banyak pilihan alternatif untuk mendapatkan pengganti minyak, tapi orangutan tidak memiliki pilihan selain kehilangan rumah mereka," ujar Vijayan.

Foto Vijayan juga meraih juara pertama pada kategori Perilaku Satwa.

Berikut adalah foto-foto pemenang dari kategori lain, dengan deskripsi yang ditulis oleh fotografer.

Kategori Perilaku Satwa, juara kedua foto berjudul Ikan Ditangkap Secara Tiba-Tiba, karya Johan Wandrag

Diabadikan di Afrika Selatan, seekor ikan ditangkap buaya secara tiba-tiba.

Ikan yang tampak terkejut, menurut saya, benar-benar membuat foto ini menonjol.

Pemenang kategori Jebakan Kamera: Siluet Tikus Kayu, karya John Formstone

Lampu kilat yang diposisikan ke bagian belakang subjek untuk menciptakan siluet ini.

Pemenang kategori lanskap: Pohon Kehidupan, karya Jay Roode

Nuansa menunggu menyelimuti lembah yang berada di Namibia ini, di mana sepertinya tidak ada yang terjadi selama 1.000 tahun.

Bayangan pohon berbentuk tanduk unta kuno terbentang, seperti tangan yang menghitam ke jejak halus Sungai Tsauchab.

Bayangan itu sekilas seolah-olah mendambakan kehidupan masa lampau.

Pemenang kategori Kehidupan Mikro: Tarian Laron, karya James Gifford

Laron dari koloni ini tertarik pada cahaya, tapi setelah memotretnya beberapa kali, saya sadar bahwa saya hanya dapat menangkap efek gerombolan dengan memanfaatkan kecepatan rana yang lambat dan secara bertahap menggeser kamera ke arah terbangnya serangga.

Karena mereka semua bergerak ke arah yang berbeda, saya harus memotretnya ratusan kali untuk menangkap apa yang saya inginkan.

Banyak laron akhirnya naik ke sekujur tubuh saya, tapi pada akhirnya memberi hasil yang sepadan.

Pemenang kategori Langit Malam: Mata, karya Ivan Pedretti

Di Pantai Uttakleiv, Norwegia, bebatuan ini terlihat seperti mata.

Pengambilan foto ini diatur dengan warna indah Cahaya Utara atau auroradi atasnya.

Pemenang kategori Bawah Laut: Manta berbentuk Kapal Luar Angkasa, karya Grant Thomas

Maladewa adalah satu-satunya tempat di dunia di mana Anda bisa menyelam bersama hewan-hewan agung ini di malam hari.

Untuk mendapatkan foto ini, saya memosisikan diri di atas pasir, menyaksikan seekor manta berputar-putar sambil makan di atas gerombolan makhluk planktonik.

Pemenang kategori Satwa Liar Perkotaan: Anggota Keluarga yang Bersayap, karya Kallol Mukherjee

Burung walet ini sedang membangun sarang mereka tepat di dalam toko di Himalaya. Di sini mereka merasa aman dan jauh dari pemangsa.

Burung walet dipuja sebagai dewi kekayaan dan keberuntungan. Mereka juga dianggap sebagai simbol perdamaian dan kemakmuran.

Jadi, warga setempat dengan senang hati menerima kotoran dan gangguan lain yang dibuat burung-burung ini.

Pemenang kategori Potret Satwa Liar: Beruang Kutub yang Mengantuk, karya Dennis Stogsdill

Kami sedang mengamati beruang kutub yang agak fotogenik ini selama beberapa saat di Svalbard, Norwegia.

Ketika itu dia mendaki punggung bukit dan akhirnya memutuskan untuk beristirahat.

Langit sore yang lembut menciptakan latar belakang yang sempurna untuk "beruang yang mengantuk".

Pemenang kategori Fotografer di Bawah 16 Tahun: Dimanjakan Pilihan, karya Thomas Easterbrook

Foto ini diabadikan saat kami sedang menyaksikan tarian kawanan burung jalak.

Seekor elang tiba-tiba muncul menyerang kawanan itu. Saya senang menangkap peristiwa tersebut!

Seluruh foto dalam artikel ini terikat hak cipta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel