FOTO: Pedagang Mainan Anak Bertahan Menghadapi Pandemi Corona

·Bacaan 2 menit
Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) membuat mobil-mobilan di toko mainan miliknya di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Kendati pandemi COVID-19, Pak Umar yang mulai bisnis bermodal Rp 800 bahkan bisa mengirim mainan anak buatannya ke beberapa wilayah di Jawa. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) membuat mobil-mobilan di toko mainan miliknya di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Kendati pandemi COVID-19, Pak Umar yang mulai bisnis bermodal Rp 800 bahkan bisa mengirim mainan anak buatannya ke beberapa wilayah di Jawa. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) membuat mobil-mobilan di toko mainan miliknya di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Kendati pandemi COVID-19, Pak Umar yang mulai bisnis bermodal Rp 800 bahkan bisa mengirim mainan anak buatannya ke beberapa wilayah di Jawa. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) membuat mobil-mobilan di toko mainan miliknya di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Pak Umar yang menjual mainan anak sejak tahun 1974 mengaku tidak terlalu berdampak saat pandemi virus corona COVID-19 berlangsung. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) membuat mobil-mobilan di toko mainan miliknya di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Pak Umar yang menjual mainan anak sejak tahun 1974 mengaku tidak terlalu berdampak saat pandemi virus corona COVID-19 berlangsung. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) membuat mobil-mobilan di toko mainan miliknya di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Pak Umar yang menjual mainan anak sejak tahun 1974 mengaku tidak terlalu berdampak saat pandemi virus corona COVID-19 berlangsung. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) membuat mobil-mobilan di toko mainan miliknya di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Kendati pandemi COVID-19, Pak Umar yang mulai bisnis bermodal Rp 800 bahkan bisa mengirim mainan anak buatannya ke beberapa wilayah di Jawa. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) membuat mobil-mobilan di toko mainan miliknya di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Kendati pandemi COVID-19, Pak Umar yang mulai bisnis bermodal Rp 800 bahkan bisa mengirim mainan anak buatannya ke beberapa wilayah di Jawa. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) membuat mobil-mobilan di toko mainan miliknya di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Kendati pandemi COVID-19, Pak Umar yang mulai bisnis bermodal Rp 800 bahkan bisa mengirim mainan anak buatannya ke beberapa wilayah di Jawa. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) membuat mobil-mobilan di toko mainan miliknya di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Pak Umar yang menjual mainan anak sejak tahun 1974 mengaku tidak terlalu berdampak saat pandemi virus corona COVID-19 berlangsung. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) membuat mobil-mobilan di toko mainan miliknya di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Pak Umar yang menjual mainan anak sejak tahun 1974 mengaku tidak terlalu berdampak saat pandemi virus corona COVID-19 berlangsung. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) membuat mobil-mobilan di toko mainan miliknya di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Pak Umar yang menjual mainan anak sejak tahun 1974 mengaku tidak terlalu berdampak saat pandemi virus corona COVID-19 berlangsung. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) membersihkan mobil-mobilan di toko mainan miliknya di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Kendati pandemi COVID-19, Pak Umar yang mulai bisnis bermodal Rp 800 bahkan bisa mengirim mainan anak ke beberapa wilayah di Jawa. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) membersihkan mobil-mobilan di toko mainan miliknya di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Kendati pandemi COVID-19, Pak Umar yang mulai bisnis bermodal Rp 800 bahkan bisa mengirim mainan anak ke beberapa wilayah di Jawa. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) membersihkan mobil-mobilan di toko mainan miliknya di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Kendati pandemi COVID-19, Pak Umar yang mulai bisnis bermodal Rp 800 bahkan bisa mengirim mainan anak ke beberapa wilayah di Jawa. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pembeli melihat-lihat mainan anak di toko milik Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Pak Umar yang menjual mainan anak sejak tahun 1974 mengaku tidak terlalu berdampak saat pandemi virus corona COVID-19 berlangsung. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pembeli melihat-lihat mainan anak di toko milik Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Pak Umar yang menjual mainan anak sejak tahun 1974 mengaku tidak terlalu berdampak saat pandemi virus corona COVID-19 berlangsung. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pembeli melihat-lihat mainan anak di toko milik Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Pak Umar yang menjual mainan anak sejak tahun 1974 mengaku tidak terlalu berdampak saat pandemi virus corona COVID-19 berlangsung. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) melayani pembeli di toko mainan miliknya di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Kendati pandemi COVID-19, Pak Umar yang mulai bisnis bermodal Rp 800 bahkan bisa mengirim mainan anak buatannya ke beberapa wilayah di Jawa. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) melayani pembeli di toko mainan miliknya di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Kendati pandemi COVID-19, Pak Umar yang mulai bisnis bermodal Rp 800 bahkan bisa mengirim mainan anak buatannya ke beberapa wilayah di Jawa. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Marsyaad atau biasa dipanggil Pak Umar (79) melayani pembeli di toko mainan miliknya di Kalibata, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Kendati pandemi COVID-19, Pak Umar yang mulai bisnis bermodal Rp 800 bahkan bisa mengirim mainan anak buatannya ke beberapa wilayah di Jawa. (Liputan6.com/Johan Tallo)