FOTO: Pemandangan Unik Pantai Merah di China

·Bacaan 1 menit
Pemandangan Pantai Merah, dinamakan demikian karena tanaman suaeda salsa yang tumbuh di lanskap rawa, di Panjin, provinsi Liaoning timur laut China (27/8/2021). Setiap musim gugur, pengunjung berbondong-bondong  untuk mengagumi pantai merah tua yang dramatis ini. (AFP/STR)
Pemandangan Pantai Merah, dinamakan demikian karena tanaman suaeda salsa yang tumbuh di lanskap rawa, di Panjin, provinsi Liaoning timur laut China (27/8/2021). Setiap musim gugur, pengunjung berbondong-bondong untuk mengagumi pantai merah tua yang dramatis ini. (AFP/STR)

Pemandangan Pantai Merah, dinamakan demikian karena tanaman suaeda salsa yang tumbuh di lanskap rawa, di Panjin, provinsi Liaoning timur laut China (27/8/2021). Setiap musim gugur, pengunjung berbondong-bondong untuk mengagumi pantai merah tua yang dramatis ini. (AFP/STR)

Pemandangan Pantai Merah (kiri), dinamakan demikian karena tanaman suaeda salsa yang tumbuh di lanskap rawa, di Panjin, provinsi Liaoning timur laut China (27/8/2021). Pantai ini bukanlah seperti pantai pada umumnya yang memiliki hamparan pasir, hanya lahan basah luas berlumpur. (AFP/STR)
Pemandangan Pantai Merah (kiri), dinamakan demikian karena tanaman suaeda salsa yang tumbuh di lanskap rawa, di Panjin, provinsi Liaoning timur laut China (27/8/2021). Pantai ini bukanlah seperti pantai pada umumnya yang memiliki hamparan pasir, hanya lahan basah luas berlumpur. (AFP/STR)

Pemandangan Pantai Merah (kiri), dinamakan demikian karena tanaman suaeda salsa yang tumbuh di lanskap rawa, di Panjin, provinsi Liaoning timur laut China (27/8/2021). Pantai ini bukanlah seperti pantai pada umumnya yang memiliki hamparan pasir, hanya lahan basah luas berlumpur. (AFP/STR)

Pemandangan Pantai Merah, dinamakan demikian karena tanaman suaeda salsa yang tumbuh di lanskap rawa, di Panjin, provinsi Liaoning timur laut China (27/8/2021). Menurut Red Beach Wetland Resort Administrative Committee, daerah tersebut menarik lebih dari 2 juta wisatawan setiap tahun. (AFP/STR)
Pemandangan Pantai Merah, dinamakan demikian karena tanaman suaeda salsa yang tumbuh di lanskap rawa, di Panjin, provinsi Liaoning timur laut China (27/8/2021). Menurut Red Beach Wetland Resort Administrative Committee, daerah tersebut menarik lebih dari 2 juta wisatawan setiap tahun. (AFP/STR)

Pemandangan Pantai Merah, dinamakan demikian karena tanaman suaeda salsa yang tumbuh di lanskap rawa, di Panjin, provinsi Liaoning timur laut China (27/8/2021). Menurut Red Beach Wetland Resort Administrative Committee, daerah tersebut menarik lebih dari 2 juta wisatawan setiap tahun. (AFP/STR)

Pemandangan Pantai Merah, dinamakan demikian karena tanaman suaeda salsa yang tumbuh di lanskap rawa, di Panjin, provinsi Liaoning timur laut China (27/8/2021). (AFP/STR)
Pemandangan Pantai Merah, dinamakan demikian karena tanaman suaeda salsa yang tumbuh di lanskap rawa, di Panjin, provinsi Liaoning timur laut China (27/8/2021). (AFP/STR)

Pemandangan Pantai Merah, dinamakan demikian karena tanaman suaeda salsa yang tumbuh di lanskap rawa, di Panjin, provinsi Liaoning timur laut China (27/8/2021). (AFP/STR)

Orang-orang mengunjungi Pantai Merah di Panjin, provinsi Liaoning timur laut China (27/8/2021). Ada sekitar 100 varietas seepweed yang tumbuh di lahan basah pasang surut di dunia. Tetapi tanaman Suaeda yang tumbuh di Panjin merupakan spesies yang unik. (AFP/STR)
Orang-orang mengunjungi Pantai Merah di Panjin, provinsi Liaoning timur laut China (27/8/2021). Ada sekitar 100 varietas seepweed yang tumbuh di lahan basah pasang surut di dunia. Tetapi tanaman Suaeda yang tumbuh di Panjin merupakan spesies yang unik. (AFP/STR)

Orang-orang mengunjungi Pantai Merah di Panjin, provinsi Liaoning timur laut China (27/8/2021). Ada sekitar 100 varietas seepweed yang tumbuh di lahan basah pasang surut di dunia. Tetapi tanaman Suaeda yang tumbuh di Panjin merupakan spesies yang unik. (AFP/STR)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel