FOTO: Pembatik Berinovasi untuk Mengatasi Dampak Ekonomi Wabah Corona

·Bacaan 1 menit
Perajin menyelesaikan proses pembuatan batik di  Batik Tradisiku, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Anjloknya penjualan batik mencapai 50 hingga 60 persen selama masa pandemi ini. (merdeka.com/Arie Basuki)
Perajin menyelesaikan proses pembuatan batik di Batik Tradisiku, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Anjloknya penjualan batik mencapai 50 hingga 60 persen selama masa pandemi ini. (merdeka.com/Arie Basuki)

Perajin menyelesaikan proses pembuatan batik di Batik Tradisiku, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Anjloknya penjualan batik mencapai 50 hingga 60 persen selama masa pandemi ini. (merdeka.com/Arie Basuki)

Perajin menyelesaikan proses pembuatan batik di  Batik Tradisiku, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Perajin batik mitra binaan Pertamina ini berinovasi dengan membuat motif dan warna baru untuk mengatasi anjloknya penjualan batik sebagai dampak ekonomi wabah corona. (merdeka.com/Arie Basuki)
Perajin menyelesaikan proses pembuatan batik di Batik Tradisiku, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Perajin batik mitra binaan Pertamina ini berinovasi dengan membuat motif dan warna baru untuk mengatasi anjloknya penjualan batik sebagai dampak ekonomi wabah corona. (merdeka.com/Arie Basuki)

Perajin menyelesaikan proses pembuatan batik di Batik Tradisiku, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Perajin batik mitra binaan Pertamina ini berinovasi dengan membuat motif dan warna baru untuk mengatasi anjloknya penjualan batik sebagai dampak ekonomi wabah corona. (merdeka.com/Arie Basuki)

Perajin menyelesaikan proses pembuatan batik di  Batik Tradisiku, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Anjloknya penjualan batik mencapai 50 hingga 60 persen selama masa pandemi ini. (merdeka.com/Arie Basuki)
Perajin menyelesaikan proses pembuatan batik di Batik Tradisiku, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Anjloknya penjualan batik mencapai 50 hingga 60 persen selama masa pandemi ini. (merdeka.com/Arie Basuki)

Perajin menyelesaikan proses pembuatan batik di Batik Tradisiku, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Anjloknya penjualan batik mencapai 50 hingga 60 persen selama masa pandemi ini. (merdeka.com/Arie Basuki)

Perajin menyelesaikan proses pembuatan batik di  Batik Tradisiku, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Perajin batik mitra binaan Pertamina ini berinovasi dengan membuat motif dan warna baru untuk mengatasi anjloknya penjualan batik sebagai dampak ekonomi wabah corona. (merdeka.com/Arie Basuki)
Perajin menyelesaikan proses pembuatan batik di Batik Tradisiku, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Perajin batik mitra binaan Pertamina ini berinovasi dengan membuat motif dan warna baru untuk mengatasi anjloknya penjualan batik sebagai dampak ekonomi wabah corona. (merdeka.com/Arie Basuki)

Perajin menyelesaikan proses pembuatan batik di Batik Tradisiku, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Perajin batik mitra binaan Pertamina ini berinovasi dengan membuat motif dan warna baru untuk mengatasi anjloknya penjualan batik sebagai dampak ekonomi wabah corona. (merdeka.com/Arie Basuki)

Perajin menyelesaikan proses pembuatan batik di  Batik Tradisiku, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Anjloknya penjualan batik mencapai 50 hingga 60 persen selama masa pandemi ini. (merdeka.com/Arie Basuki)
Perajin menyelesaikan proses pembuatan batik di Batik Tradisiku, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Anjloknya penjualan batik mencapai 50 hingga 60 persen selama masa pandemi ini. (merdeka.com/Arie Basuki)

Perajin menyelesaikan proses pembuatan batik di Batik Tradisiku, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Anjloknya penjualan batik mencapai 50 hingga 60 persen selama masa pandemi ini. (merdeka.com/Arie Basuki)