FOTO: Penggunaan Air Tanah di Jakarta Bakal Dibatasi

·Bacaan 2 menit
Warga menggunakan air tanah yang dipompa secara manual di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Diana Kusumastuti mengimbau Pemprov DKI menyediakan air baku bagi masyarakat agar warga DKI Jakarta tidak lagi menggunakan air tanah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Warga menggunakan air tanah yang dipompa secara manual di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Diana Kusumastuti mengimbau Pemprov DKI menyediakan air baku bagi masyarakat agar warga DKI Jakarta tidak lagi menggunakan air tanah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Warga menggunakan air tanah yang dipompa secara manual di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Diana Kusumastuti mengimbau Pemprov DKI menyediakan air baku bagi masyarakat agar warga DKI Jakarta tidak lagi menggunakan air tanah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Warga mengambil air menggunakan pompa tangan di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Warga Jakarta akan dilarang menggunakan air tanah yang menyebabkan penurunan muka tanah semakin tinggi menyusul upaya dalam mencegah penggunaan air tanah secara terus-menerus. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Warga mengambil air menggunakan pompa tangan di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Warga Jakarta akan dilarang menggunakan air tanah yang menyebabkan penurunan muka tanah semakin tinggi menyusul upaya dalam mencegah penggunaan air tanah secara terus-menerus. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Warga mengambil air menggunakan pompa tangan di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Warga Jakarta akan dilarang menggunakan air tanah yang menyebabkan penurunan muka tanah semakin tinggi menyusul upaya dalam mencegah penggunaan air tanah secara terus-menerus. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Warga menggunakan air tanah yang dipompa secara manual di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Diana Kusumastuti mengimbau Pemprov DKI menyediakan air baku bagi masyarakat agar warga DKI Jakarta tidak lagi menggunakan air tanah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Warga menggunakan air tanah yang dipompa secara manual di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Diana Kusumastuti mengimbau Pemprov DKI menyediakan air baku bagi masyarakat agar warga DKI Jakarta tidak lagi menggunakan air tanah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Warga menggunakan air tanah yang dipompa secara manual di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Diana Kusumastuti mengimbau Pemprov DKI menyediakan air baku bagi masyarakat agar warga DKI Jakarta tidak lagi menggunakan air tanah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Warga mengambil air menggunakan pompa tangan di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Warga Jakarta akan dilarang menggunakan air tanah yang menyebabkan penurunan muka tanah semakin tinggi menyusul upaya dalam mencegah penggunaan air tanah secara terus-menerus. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Warga mengambil air menggunakan pompa tangan di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Warga Jakarta akan dilarang menggunakan air tanah yang menyebabkan penurunan muka tanah semakin tinggi menyusul upaya dalam mencegah penggunaan air tanah secara terus-menerus. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Warga mengambil air menggunakan pompa tangan di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Warga Jakarta akan dilarang menggunakan air tanah yang menyebabkan penurunan muka tanah semakin tinggi menyusul upaya dalam mencegah penggunaan air tanah secara terus-menerus. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Warga menggunakan air tanah yang dipompa secara manual di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Diana Kusumastuti mengimbau Pemprov DKI menyediakan air baku bagi masyarakat agar warga DKI Jakarta tidak lagi menggunakan air tanah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Warga menggunakan air tanah yang dipompa secara manual di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Diana Kusumastuti mengimbau Pemprov DKI menyediakan air baku bagi masyarakat agar warga DKI Jakarta tidak lagi menggunakan air tanah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Warga menggunakan air tanah yang dipompa secara manual di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Diana Kusumastuti mengimbau Pemprov DKI menyediakan air baku bagi masyarakat agar warga DKI Jakarta tidak lagi menggunakan air tanah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Warga mengambil air menggunakan pompa tangan di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Warga Jakarta akan dilarang menggunakan air tanah yang menyebabkan penurunan muka tanah semakin tinggi menyusul upaya dalam mencegah penggunaan air tanah secara terus-menerus. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Warga mengambil air menggunakan pompa tangan di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Warga Jakarta akan dilarang menggunakan air tanah yang menyebabkan penurunan muka tanah semakin tinggi menyusul upaya dalam mencegah penggunaan air tanah secara terus-menerus. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Warga mengambil air menggunakan pompa tangan di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Warga Jakarta akan dilarang menggunakan air tanah yang menyebabkan penurunan muka tanah semakin tinggi menyusul upaya dalam mencegah penggunaan air tanah secara terus-menerus. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Warga menggunakan air tanah yang dipompa secara manual di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Diana Kusumastuti mengimbau Pemprov DKI menyediakan air baku bagi masyarakat agar warga DKI Jakarta tidak lagi menggunakan air tanah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Warga menggunakan air tanah yang dipompa secara manual di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Diana Kusumastuti mengimbau Pemprov DKI menyediakan air baku bagi masyarakat agar warga DKI Jakarta tidak lagi menggunakan air tanah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Warga menggunakan air tanah yang dipompa secara manual di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Diana Kusumastuti mengimbau Pemprov DKI menyediakan air baku bagi masyarakat agar warga DKI Jakarta tidak lagi menggunakan air tanah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Warga mencuci baju dengan air tanah yang dipompa manual di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Warga Jakarta akan dilarang menggunakan air tanah yang menyebabkan penurunan muka tanah semakin tinggi menyusul upaya dalam mencegah penggunaan air tanah secara terus-menerus. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Warga mencuci baju dengan air tanah yang dipompa manual di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Warga Jakarta akan dilarang menggunakan air tanah yang menyebabkan penurunan muka tanah semakin tinggi menyusul upaya dalam mencegah penggunaan air tanah secara terus-menerus. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Warga mencuci baju dengan air tanah yang dipompa manual di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Warga Jakarta akan dilarang menggunakan air tanah yang menyebabkan penurunan muka tanah semakin tinggi menyusul upaya dalam mencegah penggunaan air tanah secara terus-menerus. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Warga mengambil air menggunakan pompa tangan di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Diana Kusumastuti mengimbau Pemprov DKI menyediakan air baku bagi masyarakat agar warga DKI Jakarta tidak lagi menggunakan air tanah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Warga mengambil air menggunakan pompa tangan di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Diana Kusumastuti mengimbau Pemprov DKI menyediakan air baku bagi masyarakat agar warga DKI Jakarta tidak lagi menggunakan air tanah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Warga mengambil air menggunakan pompa tangan di kawasan Jakarta, Rabu (6/10/2021). Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Diana Kusumastuti mengimbau Pemprov DKI menyediakan air baku bagi masyarakat agar warga DKI Jakarta tidak lagi menggunakan air tanah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel