FOTO: Potret Lockdown Akhir Pekan di Sri Lanka

·Bacaan 1 menit
Seorang komuter mengendarai sepeda motor di sepanjang jalan yang sepi setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
Seorang komuter mengendarai sepeda motor di sepanjang jalan yang sepi setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)

Seorang komuter mengendarai sepeda motor di sepanjang jalan yang sepi setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)

Seorang polisi memberi isyarat kepada pengendara di jalan setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
Seorang polisi memberi isyarat kepada pengendara di jalan setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)

Seorang polisi memberi isyarat kepada pengendara di jalan setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)

Seorang pria berjalan melalui jalan yang sepi setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
Seorang pria berjalan melalui jalan yang sepi setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)

Seorang pria berjalan melalui jalan yang sepi setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)

Pemandangan jalan yang sepi digambarkan setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
Pemandangan jalan yang sepi digambarkan setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)

Pemandangan jalan yang sepi digambarkan setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)

Seorang tunawisma tidur di sepanjang pinggir jalan setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
Seorang tunawisma tidur di sepanjang pinggir jalan setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)

Seorang tunawisma tidur di sepanjang pinggir jalan setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)

Kawanan merpati terlihat di jalan yang sepi setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
Kawanan merpati terlihat di jalan yang sepi setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)

Kawanan merpati terlihat di jalan yang sepi setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)

Seorang perempuan duduk di sepanjang jalan yang sepi setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
Seorang perempuan duduk di sepanjang jalan yang sepi setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)

Seorang perempuan duduk di sepanjang jalan yang sepi setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan dan lockdown akhir pekan di Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (22/5/2021). Sri Lanka pada Jumat, 21 Mei mencatat 3.547 kasus harian corona Covid-19. (Ishara S. KODIKARA/AFP)