FOTO: Ramai-Ramai Warga Gaza Ajukan Izin Kerja di Israel

·Bacaan 2 menit
Kerumunan pria Palestina memegang dokumen identitas untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)
Kerumunan pria Palestina memegang dokumen identitas untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)

Kerumunan pria Palestina memegang dokumen identitas untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)

Pria Palestina berkumpul untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)
Pria Palestina berkumpul untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)

Pria Palestina berkumpul untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)

Kerumunan pria Palestina memegang dokumen identitas untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)
Kerumunan pria Palestina memegang dokumen identitas untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)

Kerumunan pria Palestina memegang dokumen identitas untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)

Pria Palestina berkumpul untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)
Pria Palestina berkumpul untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)

Pria Palestina berkumpul untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)

Para pria Palestina berbaris memegang dokumen identitas untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)
Para pria Palestina berbaris memegang dokumen identitas untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)

Para pria Palestina berbaris memegang dokumen identitas untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)

Pria Palestina berkumpul untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)
Pria Palestina berkumpul untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)

Pria Palestina berkumpul untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)

Kerumunan pria Palestina memegang dokumen identitas untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)
Kerumunan pria Palestina memegang dokumen identitas untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)

Kerumunan pria Palestina memegang dokumen identitas untuk mengajukan izin kerja di Israel, di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (6/10/2021). Israel telah membuka kembali gerbangnya bagi para pekerja dari kantong Palestina itu setelah perang terbaru pada Mei lalu. (MAHMUD HAMS / AFP)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel