Foto: Ronald Koeman dan 4 Pelatih Lainnya yang Pernah Dipecat Barcelona

·Bacaan 1 menit
Johan Cruyff. Sempat menjadi pemain Barcelona pada 1973-1978, ia ditunjuk menjadi pelatih Barcelona pada Mei 1988. Usai memberi beberapa gelar, pada Mei 1996 ia dipecat karena berselisih dengan Presiden Barcelona kala itu, Josep Lluis Nunez. (AFP/Lluis Gene)
Johan Cruyff. Sempat menjadi pemain Barcelona pada 1973-1978, ia ditunjuk menjadi pelatih Barcelona pada Mei 1988. Usai memberi beberapa gelar, pada Mei 1996 ia dipecat karena berselisih dengan Presiden Barcelona kala itu, Josep Lluis Nunez. (AFP/Lluis Gene)

Johan Cruyff. Sempat menjadi pemain Barcelona pada 1973-1978, ia ditunjuk menjadi pelatih Barcelona pada Mei 1988. Usai memberi beberapa gelar, pada Mei 1996 ia dipecat karena berselisih dengan Presiden Barcelona kala itu, Josep Lluis Nunez. (AFP/Lluis Gene)

Louis van Gaal. Setelah sukses di periode pertamanya melatih Barcelona pada Juni 1997-Mei 2000, ia kembali membesut Barcelona mulai Mei 2002. Tak lama kemudian ia dipecat pada Januari 2003 akibat prestasi buruk Blaugrana yang menempati posisi 12 hingga tengah musim. (AFP/Philippe Desmazes)
Louis van Gaal. Setelah sukses di periode pertamanya melatih Barcelona pada Juni 1997-Mei 2000, ia kembali membesut Barcelona mulai Mei 2002. Tak lama kemudian ia dipecat pada Januari 2003 akibat prestasi buruk Blaugrana yang menempati posisi 12 hingga tengah musim. (AFP/Philippe Desmazes)

Louis van Gaal. Setelah sukses di periode pertamanya melatih Barcelona pada Juni 1997-Mei 2000, ia kembali membesut Barcelona mulai Mei 2002. Tak lama kemudian ia dipecat pada Januari 2003 akibat prestasi buruk Blaugrana yang menempati posisi 12 hingga tengah musim. (AFP/Philippe Desmazes)

Ernesto Valverde. Ia mulai menangani Barcelona pada Mei 2017 usai menggantikan posisi Luis Enrique. Meski mampu meraih 2 gelar LaLiga, 1 trofi Copa del Rey dan 1 Piala Super Spanyol, ia dipecat Januari 2020 usai kalah dari Atletico Madrid dalam semifinal Piala Super Spanyol. (AFP/Pau Barrena)
Ernesto Valverde. Ia mulai menangani Barcelona pada Mei 2017 usai menggantikan posisi Luis Enrique. Meski mampu meraih 2 gelar LaLiga, 1 trofi Copa del Rey dan 1 Piala Super Spanyol, ia dipecat Januari 2020 usai kalah dari Atletico Madrid dalam semifinal Piala Super Spanyol. (AFP/Pau Barrena)

Ernesto Valverde. Ia mulai menangani Barcelona pada Mei 2017 usai menggantikan posisi Luis Enrique. Meski mampu meraih 2 gelar LaLiga, 1 trofi Copa del Rey dan 1 Piala Super Spanyol, ia dipecat Januari 2020 usai kalah dari Atletico Madrid dalam semifinal Piala Super Spanyol. (AFP/Pau Barrena)

Quique Setien. Ia ditunjuk manajemen Barcelona menggantikan posisi Ernesto Valverde mulai Januari 2020. Hanya bertahan sampai Agustus 2020, ia akhirnya dipecat usai kekalahan telak 2-8 dari Bayern Munchen di ajang Liga Champions. (AFP/Pool/Manu Fernandez)
Quique Setien. Ia ditunjuk manajemen Barcelona menggantikan posisi Ernesto Valverde mulai Januari 2020. Hanya bertahan sampai Agustus 2020, ia akhirnya dipecat usai kekalahan telak 2-8 dari Bayern Munchen di ajang Liga Champions. (AFP/Pool/Manu Fernandez)

Quique Setien. Ia ditunjuk manajemen Barcelona menggantikan posisi Ernesto Valverde mulai Januari 2020. Hanya bertahan sampai Agustus 2020, ia akhirnya dipecat usai kekalahan telak 2-8 dari Bayern Munchen di ajang Liga Champions. (AFP/Pool/Manu Fernandez)

Ronald Koeman. Ia mulai menangani Barcelona sejak Agustus 2020 menggantikan posisi Quique Setien. Ia gagal mengangkat prestasi Barcelona seperti yang diharapkan hingga awal musim ini. Usai kalah 0-1 dari Rayo Vallecano yang membuat Barcelona stagnan di posisi ke-9, ia dipecat. (AP/Manu Fernandez)
Ronald Koeman. Ia mulai menangani Barcelona sejak Agustus 2020 menggantikan posisi Quique Setien. Ia gagal mengangkat prestasi Barcelona seperti yang diharapkan hingga awal musim ini. Usai kalah 0-1 dari Rayo Vallecano yang membuat Barcelona stagnan di posisi ke-9, ia dipecat. (AP/Manu Fernandez)

Ronald Koeman. Ia mulai menangani Barcelona sejak Agustus 2020 menggantikan posisi Quique Setien. Ia gagal mengangkat prestasi Barcelona seperti yang diharapkan hingga awal musim ini. Usai kalah 0-1 dari Rayo Vallecano yang membuat Barcelona stagnan di posisi ke-9, ia dipecat. (AP/Manu Fernandez)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel