Foto Truk Vs Komodo di Indonesia Disorot Media Asing

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Foto seekor Komodo berhadap-hadapan dengan truk di Taman Nasional Komodo menghebohkan dunia maya. Lokasi foto itu disebut berada di Pulau Rinca, salah satu pulau di kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Foto tersebut diunggah di Twitter oleh akun @KawanBaikKomodo. Unggahan tersebut langsung mengundang banyak tanggapan dari warganet.

Mayoritas menyesali aksi pembangunan yang mengganggu tempat tinggal komodo sebagai hewan dilindungi. Bahkan ada warganet melihat hal ini sebagai tanda awal kepunahan komodo.

Pemerintah sebelumnya menetapkan Pulau Komodo dan Pulau Rinca sebagai taman nasional sejak 1980. Ini untuk melindungi komodo, hewan purba yang hanya bisa ditemukan di NTT.

Kabar soal aksi pembangunan lokasi wisata ini mendapat sorotan dari sejumlah media asing.

Situs Bangkok Post misalnya. Dalam artikel bertajuk "Indonesia says 'Jurassic Park' project no threat to Komodo dragon" menyoroti soal Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia yang berusaha meredakan kemarahan atas pembangunan proyek pariwisata pulau yang dijuluki "Jurassic Park", setelah sebuah gambar viral di media sosial tentang seekor komodo yang berhadapan dengan truk besar.

"Gambar komodo, salah satu kadal terbesar di dunia, menghalangi jalur kendaraan besar di Pulau Rinca, Indonesia memicu luapan amarah tentang ancaman yang dirasakan terhadap habitat alami spesies yang rentan tersebut," tulis Bangkok Post.

"Wiratno, seorang pejabat senior kementerian lingkungan, mengatakan penjaga akan memastikan keamanan komodo yang berkeliaran di dekat konstruksi, yang akan mencakup dek yang ditinggikan, bendungan dan pusat informasi."

"Mereka akan intensif melakukan pengecekan apakah komodo ada di bawah bangunan, sisa-sisa bangunan, dan di bawah truk pengangkut material," katanya dalam keterangan tertulis.

Populasi Komodo di Indonesia saat ini sekitar 3.000, menurut data pemerintah.

Panjang komodo mencapai hingga 3 meter, memiliki gigi melengkung dan bergerigi, lidah bercabang kuning, anggota badan yang kuat dan ekor yang panjang.

Selain media asal Thailand, isu ini juga disorot oleh media Australia yaitu ABC News.

ABC juga menyoroti upaya pemerintah Indonesia yang berencana untuk menghabiskan 69 miliar Rupiah untuk pengembangan Pulau Rinca, yang akan mencakup geopark seluas 1,3 hektar dan pusat informasi seluas 4.000 meter persegi, demikian disebutkan dalam artikel bertajuk "Indonesia's Jurassic Park-inspired tourist attraction worries Komodo dragon fans"

"Akbar Allayubi, warga Pulau Komodo, telah bekerja sebagai pemandu wisata taman selama tujuh tahun terakhir. Dia mengatakan kepada warga ABC tidak diajak berkonsultasi atau dilibatkan dalam keputusan untuk mengembangkan lebih banyak infrastruktur pariwisata di pulau-pulau tersebut."

"Definisi konservasi kami tidak ada hubungannya dengan membuat keuntungan finansial," kata Allayubi.

"Menurut nenek moyang kita, konservasi berarti hidup bersama dengan komodo dalam ekosistemnya sendiri," kata Allayubi.

Situs Warisan UNESCO

Pulau Komodo / Sumber: iStockphoto
Pulau Komodo / Sumber: iStockphoto

Selain ABC, media Australia lainnya yang memuat informasi ini adalah News.com.au.

Dalam artikel "Inside Indonesia’s new tourist attraction inspired by Jurassic Park" disebutkan bahwa Taman Nasional Komodo membentang di pulau Rinca, Komodo dan Padar, bersama dengan serangkaian pulau kecil, dan merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO dan Cagar Biosfer.

Situs yang dilindungi ini adalah satu-satunya habitat alami dari komodo yang berbisa, yang dapat tumbuh hingga 3 meter, dan setiap tahun menarik ribuan wisatawan yang berharap untuk melihat makhluk luar biasa ini dari dekat.

Selanjutnya ada pula media Alkhaleejtoday. Media ini menyoroti komodo yang merupakan jenis kadal yang hanya bisa ditemukan di segelintir pulau di Indonesia, dan diyakini telah berkeliaran di pulau-pulau tersebut selama jutaan tahun.

"Hewan-hewan ini menarik turis dari seluruh dunia, dan pihak berwenang telah berjuang untuk menciptakan keseimbangan antara melestarikan kadal besar dan menggunakannya sebagai atraksi," dalam artikel "Why is the “Dinosaur Park” a cause for concern in Indonesia?"

Simak video pilihan di bawah ini: