Foto Trump dengan bayi penyintas El Paso picu kontroversi

(Reuters) - Sebuah foto Presiden AS Donald Trump yang tersenyum lebar dan mengacungkan jempol ketika istrinya, Melania, menggendong seorang bayi yatim piatu korban penembakan massal di El Paso memicu komentar di media sosial beberapa hari setelah ibu negara mengunggahnya di Twitter.

Foto itu diambil pada Rabu (7/8) di Pusat Medis Universitas El Paso dalam kunjungan Trump ke kota perbatasan Texas Barat untuk bertemu dengan petugas pertolongan pertama, personel medis dan korban yang selamat dari kekerasan senjata pada Sabtu di sebuah toko Walmart.

Sebelumnya Presiden dan istrinya telah melakukan perjalanan ke Dayton, Ohio, untuk menyampaikan belasungkawa yang serupa di rumah sakit pascapenembakan mematikan yang mengguncang kota itu hanya 13 jam setelah peristiwa di El Paso.

Dua penembakan itu total merenggut 32 nyawa, termasuk penembak yang melakukan pembantaian Dayton.

Trump menghindari pers selama kunjungan di kedua rumah sakit, yang tertutup untuk liputan media, tetapi Gedung Putih kemudian merilis video singkat dari kunjungan tersebut.

Ibu negara juga membagi beberapa foto dari kunjungan itu di Twitter, termasuk yang menunjukkan dia berdiri di depan Pusat Medis Universitas El Paso sambil menggendong bayi berusia 2 bulan yang orang tuanya, Andre dan Jordon Anchondo, tewas dibunuh oleh pelaku di Walmart. Dilaporkan pasangan itu meninggal saat melindungi bayinya dari tembakan.

Berdiri di samping ibu negara adalah presiden yang tersenyum sambil memberikan tanda jempol. Mereka diapit oleh bibi dan paman bayi itu, Tito Anchondo, yang juga tersenyum dan lengannya direntangkan di bahu Trump saat berpose bersama.

https://twitter.com/FLOTUS/status/1159511786695069697

Nuansa yang diberikan foto itu mengejutkan banyak orang di media sosial karena menunjukkan kurangnya empati atau rasa hormat dari Presiden atas kepedihan peristiwa tersebut.

"Seorang bayi yang dibawa dari rumah dan dipaksa menjadi alat pelengkap https://twitter.com/gregpinelo/status/1159667119556108288 sebuah photo-op untuk monster yang kebenciannya membunuh orang tuanya," cuit ahli strategi Demokrat Greg Pinelo di Twitter sebagai tanggapan atas foto tersebut.

Tetapi Tito Anchondo, yang menggambarkan dirinya dan saudara lelakinya yang tewas sebagai pendukung Trump, mengatakan kepada Washington Post dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Jumat bahwa ia merasa terhibur dengan kunjungan presiden dan menyangkal bahwa Trump ada di sana untuk "mendorong segala bentuk agenda politik."

Anchondo mengatakan dia memilih untuk membawa keponakannya yang yatim piatu, Paul, ke rumah sakit untuk bertemu dengan presiden, dan mengatakan orang lain mempolitisasi tragedi keluarganya. Bayi itu menderita dua jari patah dalam penembakan, tetapi sejak itu telah dipulangkan oleh dokter.