FOTO: Warga Depok Kembangkan Padi dengan Teknologi Hidroganik

·Bacaan 1 menit
Warga merawat tanaman padi IR 64 dengan menerapkan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Teknologi hidroganik diterapkan pada lahan fasos yang terbengkalai sebagai langkah awal ketahanan pangan di masa pandemi. (merdeka.com/Arie Basuki)
Warga merawat tanaman padi IR 64 dengan menerapkan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Teknologi hidroganik diterapkan pada lahan fasos yang terbengkalai sebagai langkah awal ketahanan pangan di masa pandemi. (merdeka.com/Arie Basuki)

Warga merawat tanaman padi IR 64 dengan menerapkan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Teknologi hidroganik diterapkan pada lahan fasos yang terbengkalai sebagai langkah awal ketahanan pangan di masa pandemi. (merdeka.com/Arie Basuki)

Warga merawat tanaman padi IR 64 dengan menerapkan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Warga Kompleks Perumahan Bumi Sawangan Indah secara swadaya mengembangkan tanaman padi dengan teknologi hidroganik sejak bulan Oktober. (merdeka.com/Arie Basuki)
Warga merawat tanaman padi IR 64 dengan menerapkan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Warga Kompleks Perumahan Bumi Sawangan Indah secara swadaya mengembangkan tanaman padi dengan teknologi hidroganik sejak bulan Oktober. (merdeka.com/Arie Basuki)

Warga merawat tanaman padi IR 64 dengan menerapkan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Warga Kompleks Perumahan Bumi Sawangan Indah secara swadaya mengembangkan tanaman padi dengan teknologi hidroganik sejak bulan Oktober. (merdeka.com/Arie Basuki)

Warga merawat tanaman padi IR 64 dengan menerapkan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Teknologi hidroganik diterapkan pada lahan fasos yang terbengkalai sebagai langkah awal ketahanan pangan di masa pandemi. (merdeka.com/Arie Basuki)
Warga merawat tanaman padi IR 64 dengan menerapkan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Teknologi hidroganik diterapkan pada lahan fasos yang terbengkalai sebagai langkah awal ketahanan pangan di masa pandemi. (merdeka.com/Arie Basuki)

Warga merawat tanaman padi IR 64 dengan menerapkan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Teknologi hidroganik diterapkan pada lahan fasos yang terbengkalai sebagai langkah awal ketahanan pangan di masa pandemi. (merdeka.com/Arie Basuki)

Warga memanen padi hitam yang dihasilkan dari terapan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Warga Kompleks Perumahan Bumi Sawangan Indah secara swadaya mengembangkan tanaman padi dengan teknologi hidroganik sejak bulan Oktober. (merdeka.com/Arie Basuki)
Warga memanen padi hitam yang dihasilkan dari terapan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Warga Kompleks Perumahan Bumi Sawangan Indah secara swadaya mengembangkan tanaman padi dengan teknologi hidroganik sejak bulan Oktober. (merdeka.com/Arie Basuki)

Warga memanen padi hitam yang dihasilkan dari terapan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Warga Kompleks Perumahan Bumi Sawangan Indah secara swadaya mengembangkan tanaman padi dengan teknologi hidroganik sejak bulan Oktober. (merdeka.com/Arie Basuki)

Warga memanen padi hitam yang dihasilkan dari terapan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Teknologi hidroganik diterapkan pada lahan fasos yang terbengkalai sebagai langkah awal ketahanan pangan di masa pandemi. (merdeka.com/Arie Basuki)
Warga memanen padi hitam yang dihasilkan dari terapan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Teknologi hidroganik diterapkan pada lahan fasos yang terbengkalai sebagai langkah awal ketahanan pangan di masa pandemi. (merdeka.com/Arie Basuki)

Warga memanen padi hitam yang dihasilkan dari terapan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Teknologi hidroganik diterapkan pada lahan fasos yang terbengkalai sebagai langkah awal ketahanan pangan di masa pandemi. (merdeka.com/Arie Basuki)

Warga memanen padi hitam yang dihasilkan dari terapan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Warga Kompleks Perumahan Bumi Sawangan Indah secara swadaya mengembangkan tanaman padi dengan teknologi hidroganik sejak bulan Oktober. (merdeka.com/Arie Basuki)
Warga memanen padi hitam yang dihasilkan dari terapan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Warga Kompleks Perumahan Bumi Sawangan Indah secara swadaya mengembangkan tanaman padi dengan teknologi hidroganik sejak bulan Oktober. (merdeka.com/Arie Basuki)

Warga memanen padi hitam yang dihasilkan dari terapan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Warga Kompleks Perumahan Bumi Sawangan Indah secara swadaya mengembangkan tanaman padi dengan teknologi hidroganik sejak bulan Oktober. (merdeka.com/Arie Basuki)

Warga memanen padi hitam yang dihasilkan dari terapan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Teknologi hidroganik diterapkan pada lahan fasos yang terbengkalai sebagai langkah awal ketahanan pangan di masa pandemi. (merdeka.com/Arie Basuki)
Warga memanen padi hitam yang dihasilkan dari terapan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Teknologi hidroganik diterapkan pada lahan fasos yang terbengkalai sebagai langkah awal ketahanan pangan di masa pandemi. (merdeka.com/Arie Basuki)

Warga memanen padi hitam yang dihasilkan dari terapan teknologi hidroganik di RW 012, Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). Teknologi hidroganik diterapkan pada lahan fasos yang terbengkalai sebagai langkah awal ketahanan pangan di masa pandemi. (merdeka.com/Arie Basuki)