Founder BCF, Anindya Bakrie Dorong Replikasi Gerakan Ayo Kuliah

Syahdan Nurdin
·Bacaan 2 menit

VIVA – Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah mengumumkan hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021. Hasilnya, sebanyak 61 anak penerima Program Keluarga Harapan dinyatakan lulus SNMPTN.

Dijelaskan Ketua Satuan Tugas Gerakan Ayo Kuliah (GAK), Muhammad Junardi mengatakan hingga saat ini GAK dan SDM Program Keluarga Harapan di Lampung terus melakukan pembinaan kepada anak-anak PKH melalui grup daring. Ia juga menuturkan pada fase awal edukasi dan motivasi terdapat 262 anak PKH, 150 anak diantaranya berhasil mendaftar SNMPTN dan KIP Kuliah. Pada fase akhir, 61 anak atau 40 persen dari total yang mendaftar dinyatakan lulus SNMPTN.

Dari 61 anak PKH yang lulus SNMPTN, 26 anak diterima di Universitas Lampung, 23 anak di Institut Teknologi Sumatera, 8 anak di Politeknik Negeri Lampung, dan 4 lainnya di PTN luar Provinsi Lampung.

Gerakan Ayo Kuliah pertama kali diinisiasi oleh Koordinator Wilayah PKH Provinsi Lampung, Slamet Riyadi pada tahun 2017. Slamet merupakan alumni penerima beasiswa S2 Bakrie Center Foundation (BCF) serta menjadi fellow berprestasi dalam pelaksanaan Leadership and Experience Development Indonesia (LEAD Indonesia) angkatan pertama (2018).

Adanya Gerakan Ayo Kuliah ini tak terlepas dari masa sulit Slamet dalam mendapatkan pendidikan terutama dalam menyelesaikan bangku kuliah. Gerakan Ayo Kuliah merupakan perwujudan syukur Slamet karena telah berhasil dalam pendidikan. Slamet-pun ingin melihat anak-anak Indonesia lainnya mampu mencapai pendidikan tertinggi, untuk memutus mata kemiskinan.

Sejak tahun 2017 hingga 2020, Gerakan Ayo Kuliah telah berhasil membawa 396 orang anak Program Keluarga Harapan duduk di bangku kuliah.

“Kami optimis jumlah ini bisa terus bertambah, mengingat masih ada jalur masuk SBMPTN, UMPT-KIN, dan jalur mandiri lainnya,” tutur Slamet Riyadi.

Motivasi membesarkan Gerakan Ayo Kuliah tak lepas dari pertemuan pertama Slamet dengan Founder dan Chairman Bakrie Centre Foundation, Anindya Bakrie di Jakarta pada 2018 silam. Saat itu, Slamet menjadi salah satu pemenang program LEAD Indonesia. Slamet bersama beberapa fellow pemenang lainnya diundang ke Jakarta dan bertemu dengan Anin.

Dari pertemuan tersebut hingga sekarang, Slamet selalu ingat pesan Anin kepadanya.

”Saya menyaksikan sosok Pak Anin tokoh muda yang sangat santun. Bicaranya lugas dan mau mendengarkan kami dengan baik. Pesannya terkait Gerakan Ayo Kuliah, beliau mendorong agar Gerakan ini mampu menjadi model pembinaan anak Program Keluarga Harapan yang diadopsi oleh 34 Provinsi di Indonesia,” kenangnya.

Adapun tujuan dari Gerakan Ayo Kuliah yaitu memberikan pemahaman dan mengubah pola pikir soal pendidikan tinggi, memotivasi untuk kuliah, memberikan pendampingan, upaya meningkatkan kualitas SDM anak Program Keluarga Harapan, membangun jejaring volunteer, serta mendorong kebijakan pemerintah pusat terkait kebijakan khusus bagi anak-anak Program Keluarga Harapan yang berhasil lulus SNMPTN maupun tes mandiri lainnya dengan dukungan KIP Kuliah atau Bidikmisi.

Anin sendiri menaruh perhatian khusus terhadap pendidikan tinggi di Indonesia, terbukti dari keberadaan BCF yang sejak tahun 2010 hingga 2020 telah memberikan beasiswa S2 kepada 478 pelajar baik di 11 Perguruan Tinggi Negeri terbaik maupun di luar negeri. Menurutnya, pendidikan tinggi merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas SDM yang akan melanjutkan memimpin negeri ini.