FPI Ancam Razia Tempat Hiburan Batam

Batam (ANTARA) - Front Pembela Islam (FPI) Kota Batam mengancam akan melakukan razia pada seluruh tempat hiburan malam jika tetap buka selama bulan puasa 1433 Hijriah.

"Kami minta agar semua tempat hiburan malam tutup total selama Ramadan. Kalau tidak, kami akan melakukan `sweeping`," kata Ketua FPI Kota Batam, Zaini Dahlan, di Batam, Minggu.

Ia mengatakan bahwa FPI tidak setuju dengan keputusan Wali Kota Batam yang hanya mewajibkan seluruh tempat hiburan malam tutup selama sembilan hari saat Ramadan.

"Rencana `sweeping` merupakan hasil rapat seluruh pengurus FPI. Kami tidak setuju dengan keputusan Wali Kota yang hanya mewajibkan tempat hiburan tutup tiga hari pertama saat Ramadan, tiga hari pertengahan Ramadan, dan tiga hari di akhir Ramadan," kata dia.

Ia meminta wali kota segera mengubah keputusan tersebut atau "sweeping" akan benar-benar dilakukan oleh FPI selama Ramadan.

"Selama ini, 11 bulan penuh pengusaha telah diberikan keleluasaan membuka THM. Apa salahnya kalau dalam sebulan saja mereka tutup," kata Zaini.

Selain tempat hiburan yang tersebar di seluruh Batam, kata dia, FPI Batam juga akan memantau indekos-indekos yang menyalahi aturan dan digunakan sebagai ajang prostitusi terselubung.

Permintaan penutupan tempat hiburan malam sebulan penuh selama Ramadan juga disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam dalam rapat tertutup unsur Muspida, Kamis (12/7).

Berdasarkan aspirasi ormas Islam, MUI Kota Batam meminta tempat hiburan malam tutup total selama bulan puasa.

Sebelumnya, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan memutuskan semua tempat hiburan malam di Batam menutup usaha mereka selama sembilan hari di awal, di tengah, dan di akhir Ramadan.

"Ini sudah keputusan hasil rapat bersama semua pihak. Kami minta tidak ada `sweeping` yang dilakukan pihak-pihak tertentu karena tim terpadu akan melakukan pengawasan secara ketat setiap harinya," kata Dahlan.

Dahlan menegaskan, jika ada tempat hiburan malam yang masih membandel dan tidak mematuhi jam buka-tutup selama Ramadan, pihaknya akan memberi sanksi.

"Kami tidak akan memberi toleransi dan akan menindak tegas jika ada yang membandel," katanya menandaskan. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.