FPI: Kapolri Diminta Segera Copot Kapolda Kalteng

Jakarta (ANTARA) - Front Pembela Islam (FPI) meminta Kapolri mencopot Kapolda dan Gubernur Kalimantan Tengah ke Mabes Polri terkait dugaan pembiaran aksi yang menolak keberadaan organisasi tersebut di Kalteng.

"Kami datang ke sini menuntut Kapolri untuk segera mencopot Kapolda Kalteng Brigjen Pol Damianus Zacky," kata DPP FPI Habib Rizieq Shihab di Gedung Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri Jakarta, Senin.

Hal tersebut terkait peristiwa penghadangan, pengepungan dan pengrusakan, pembakaran dan upaya percobaan pembunuhan terhadap delegasi pimpinan FPI Pusat di Palangkaraya maupun Kuala Kapuas pada Sabtu (11/2), ujarnya.

"Itu dilakukan bukan oleh orang Dayak, baik muslim maupun nonmuslim, tapi dilakukan oleh preman, yang rasis dan fasis di bawah naungan Gubernur Kalteng Teras Narang dan dibiarkan oleh Kapolda Kalteng," kata Rizieq.

Rizieq mengatakan bahwa sebagai operator lapangan gerombolan preman tersebut di antaranya berinisial Y yang diduga sebagai gembong narkoba terbesar di Kalteng yang sampai saat ini polisi belum mampu menyentuhnya.

"Gerombolan tersebut pada hari Jumat (10/2) di kompleks gubernur dan mereka dilepas untuk menyerbu bandara Palangkaraya, jadi di sini sekali lagi bohong kalau Gubernur Kalteng tidak tahu menahu dan tidak terlibat dan bohong kalau Kapolda Kalteng juga tidak tahu menahu," katanya.

Mereka mengatasnamakan suku Dayak, padahal masyarakat Dayak adalah masyarakat yang baik, santun, ramah dan masyarakat tidak tahu menahu keadaan semacam itu, kata Rizieq.

FPI meminta proses hukum terhadap Gubernur Kalteng bersama kawan-kawan dalam laporan pengrusakan secara bersama-sama pasal 170 dan kedua pasal perampasan kemerdekaan pasal 333. Kemudian yang ketiga perbuatan tidak menyenangkan, pasal 335 dan yang keempat adalah perencanaan pembunuhan terencana, pasal 340.

"Kami bawa foto-fotonya di sini dan dapat dilihat ada pembakaran, ini bukti-bukti lainnya mereka membawa beraneka senjata tajam," kata Rizieq.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.