FPI: Masih Banyak Hiburan "Maksiat" di Pekanbaru

Pekanbaru (ANTARA) - Fornt Pembela Islam (FPI) Wilayah Riau menyatakan, sejauh ini masih banyak tempat hiburan malam di Pekanbaru yang "berbau maksiat" sehingga butuh ketegasan dari pemerintah dan aparat kepolisian setempat.

"Selain di lokasi pusat kota, seperti lima penari dan dua DJ yang ditangkap polisi akibat menari telanjang di salah satu lokasi hiburan malam Pekanbaru di Jalan Sudirman kemarin, sebenarnya ada banyak lagi lokasi berbau maksiat lainnya," kata Ketua FPI Riau, Zulhusni Domo di Pekanbaru, Kamis.

Kondisi demikian merupakan hasil survei FPI dalam beberapa bulan terakhir, bahkan semua temuan tersebut katanya, juga telah di laporkan secara khusus ke aparat berwenang.

"Kita tinggal tunggu saja tindakan dari aparat kepolisian. Kalau berlarut-larut, terpaksa kita yang turun tangan, karena hal ini sudah melanggar norma agama," katanya.

Kepolisian Daerah (Polda) Riau beberapa waktu lalu sempat mengamankan lima penari `plus` dua `DJ` (semuanya wanita dewasa) yang sedang beraksi bergoyang dalam keadaan telanjang di salah satu lokasi hiburan malam di Jalan Sudirman Pekanbaru.

Akibat perbuatannya, ketujuh wanita tersebut terpaksa digiring ke Markas Polda Riau untuk menjalani proses pemeriksaan.

Hasil pemeriksaan sementara, petugas menetapkan dua tersangka, yakni wanita yang berprofesi sebagai DJ dalam lokasi hiburan malam tersebut, masing-masing berinisial AM, (22), asal Blitar dan IF, (22), asal Jakarta.

Terkait kasus tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru melalui Badan Pelayanan Terpadu (BPT) setempat juga berencana menindak tegas para pengelola tempat hiburan malam berbau maksiat.

"Namun sebelum bertindak tegas, kami terlebih dahulu melakukan peninjauan secara administratif terhadap pengelola. Jika ditemukan pelanggaran berat, maka baru akan diproses secara tegas," kata Kepala BPT Pekanbaru, Edi Satria. (rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.