FPKS: Hukum Indonesia Masih "Tajam ke Bawah"

Jakarta (ANTARA) - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Hidayat Nur Wahid mengatakan hukum di Indonesia masih bagaikan pisau yang tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

"Minggu-minggu ini kita dikejutkan dengan berita dua orang warga Magelang yang karena memotong bambu tetangganya, cepat disidang dan divonis," kata Hidayat Nur Wahid saat menyampaikan Refleksi Akhir Tahun 2012 Fraksi PKS DPR di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan bila kasus hukum melibatkan rakyat kecil, aparat sangat sigap bereaksi dan tanpa ampun menjatuhkan vonis yang tidak ringan. Sebaliknya bila hukum melibatkan kelompok elit, maka hukum menjadi tumpul bahkan bisa ditawar.

Dia mencontohkan kasus dugaan korupsi yang melibatkan elit menampakkan wujud tarik menarik yang bersifat politis. Dugaan korupsi Hambalang dan kasus Century, misalnya, berjalan bertahun-tahun dan hingga kini belum tuntas.

"Kasus Hambalang dan Century, meskipun belakangan sudah ada perkembangan, hasilnya belum sebanding dengan gegap gempita dukungan dan pembelaan masyarakat terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," tuturnya.

Menurut dia, KPK harus bekerja lebih giat untuk menuntaskan kasus-kasus korupsi, khususnya Hambalang dan Century, yang sudah ditunggu-tunggu masyarakat. Perkembangan pengusutan dua kasus itu, kata dia, hingga kini belum memberikan rasa keadilan bagi publik.

"FPKS, sesuai dengan komitmen semula, akan tetap mendukung upaya-upaya penguatan KPK. Pemberantasan korupsi juga harus memberi keyakinan kepada publik bahwa KPK tidak berada di wilayah yang `abu-abu`," ucapnya.(tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.