FPTI: Dukungan Menpora Bikin Panjat Tebing Indonesia Mengerikan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Dua atlet panjang tebing Indonesia Veddriq Leonardo dan Kiromal Katibin mengukir catatan mengerikan di pentas dunia.

Keduanya bersaing di final IFSC World Cup 2021 yang berlangsung di Salt Lake City, Amerika Serikat pada 20-30 Mei 2021.

Veddriq Leonardo dan Kiromal Katibin bersaing di final nomor speed 15 meter putra. Perang saudara itu dimenangkan Veddriq dengan catatan waktu 5,20 detik.

Indonesia bukan cuma menempatkan dua atletnya di partai final. Sejumlah catatan fantastis berhasil diciptakan anak-anak bangsa di ajang tersebut.

Sejak babak penyisihan IFSC World Cup 2021, sang jauara Veddriq mematahkan rekor sebelumnya yang dibuat atlet Iran, Reza Alipour, pada Piala Dunia 2017 di Nanjing, China. Kala itu catatan terbaik adalah 5,48 detik.

Veddriq memecahkannya dengan catatan 5,37 detik. Rekor itu kemudian kembali pecah. Kali ini adalah Kiromal Katibin yang tampil ganas dengan membuat torehan 5,25 detik.

Puncaknya pada laga final, Veddriq kembali memecahkan rekor dan membuat catatan apik dengan waktu 5,20 detik.

Catatan tersebut lantas membuatnya menjadi pemegang rekor dunia sebagai yang tercepat menyelesaikan wall 15 meter di nomor speed putra.

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengapresiasi penampilan mengerikan kedua atletnya itu.

Asisten Manajer FPTI, Asep Rahmat mengatakan, dua atlet tersebut sebenarnya merupakan ‘Super Sub’ dari atlet andalan tim nasional dalam Pelatnas panjat tebing Indonesia.

“Dua atlet ini adalah ‘Super Sub’ dari atlet andalan Tim Nasional Pelatnas panjat tebing Indonesia,” kata Asep dalam keterangan tertulisnya.

Asep pun menuturkan, keberhasilan ini juga tak lepas dari dukungan penuh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Berkat dukungan itu, pelatnas untuk pembinaan atlet panjat tebing berlangsung lancar.

“Terima kasih kepada bapak Menteri Pemuda dan Olahraga, bapak Zainudin Amali beserta Jajarannya. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional, bapak Chandra Bakti dan Asisten Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional bapak Surono atas dukungan kepada Pelatnas Panjat Tebing Indonesia,” kata Asep.

Lebih lanjut, Asep menyebut ajang tersebut pada awalnya merupakan “Test Case” atau Evaluasi latihan tim selama periodesasi program latihan terutama di masa pandemi tahun 2021.

“Kompetisi ini juga penting sebagai “Psywarming” dalam persaingan pemecahan rekor dunia pada kategori Speed World Record yang banyak di klaim oleh negara negara pesaing dalam setiap kejuaraan nasional di negara masing – masing,” jelasnya.