FR Pernah Terlibat Kasus Tawuran 2011

TEMPO.CO, Jakarta - Siswa SMAN 70 Jakarta, FR (19 tahun) yang telah ditetapkan sebagai tersangka pembacokan terhadap siswa SMAN 6 Alawy Yusianto Putra (15 tahun) dalam tawuran, pada Senin 24 September lalu, ternyata telah memiliki catatan kriminal. Menurut Kepala Sekolah SMA Negeri 70 Jakarta, Saksono Liliek Susanto, FR pernah berurusan dengan kepolisian dalam kasus tawuran pelajar pada 2011 silam.

"Saya tidak tahu pasti kasusnya melakukan tindakan apa, karena saya belum menjadi kepala sekolah waktu itu," kata Liliek kepada Tempo, Kamis 27 September 2012. "Tapi memang pernah sekali melakukan tindakan sampai ke kepolisian."

Menurut Liliek, pada kejadian 2011 itu, FR tidak sampai dipejara. Hanya berada di Polsek Kebayoran Baru beberapa hari. "Anak ini (FR) tidak dipenjara," ujarnya.

Pagi tadi, Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan berhasil menangkap FR. Menurut Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, Kombes Wahyu Hadiningrat, FR ditangkap di daerah Yogyakarta sekitar pukul 06.00. "Pagi tadi kami berhasil menangkap FR tempatnya di daerah Yogya," kata Wahyu kepada Tempo, Kamis 27 September 2012.

Saat ini, pihak kepolisian sedang membawa FR dari Yogya menuju Jakarta. "Masih di perjalanan, akan dibawa ke sini," ujarnya. Liliek mengaku belum mengetahui anak didiknya telah ditangkap polisi. "Saya belum tahu, belum ada informasi dari kepolisian ke saya," ujarnya.

Sebagai tersangka, FR terancam dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara. Pelaku juga dijerat pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia dan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman 12 tahun penjara.

AFRILIA SURYANIS

Berita Terpopuler:

DPR Terbelah Jika Kapolri Dipanggil KPK

Ini yang Akan Terjadi Jika Jendela Pesawat Dibuka 

PDIP Tak Setuju Protokol Antipenistaan Agama SBY

Bulan Madu PDIP dan Prabowo di Ujung Tanduk

DPR Pertanyakan Konflik Menhan dan Jakarta Post

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.