Fraksi PDIP Ungkap Keanehan Ajang Formula E yang Bakal Bikin Rugi

Ezra Sihite, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta menilai sejak perencanaan kajian, sudah banyak kejanggalan yang muncul dan terkesan dipaksakan dalam ajang balapan mobil listrik Formula E di Jakarta.

Keanehan pertama berdasarkan audit BPK. Dalam kajian konsultan independen yang disewa oleh Jakpro, komponen commitment fee tidak dimasukkan sebagai biaya. Disebutkan hanya memasukkan komponen biaya penyelanggaran oleh Jakpro. Sehingga hasil akhirnya pagelaran ini dianggap menguntungkan.

Dalam hitungan menurut Fraksi PDIP, jika pada tahun 2022 nanti dipaksakan akan diselenggarakan, dikatakan akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp376 miliar. Namun jika dimasukkan biaya commitment fee sebesar Rp482 miliar maka bukan menjadi untung Rp120 miliar malah akan merugi hingga Rp106 miliar. Alasannya tak lain karena commitment fee itu sebesar Rp482 miliar pada tahun 2022.

"Jika ditambah dengan biaya penyelenggaraan Jakpro sebesar Rp221 miliar maka akan menjadi minus karena penghasilan dari dampak ekonomi hanya sebesar Rp498 miliar dan pendapatan langsung Jakpro sebesar Rp99 miliar," kata Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Ima Mahdiah di Jakarta, Kmais, 25 Maret 2021.

Selain itu, kajian tersebut sudah tidak relevan lagi karena dilakukan ketika belum terjadi wabah COVID-19. Seharusnya dia sebutkan, Dispora dan Jakpro melakukan studi kelayakan lagi dan kali ini dilakukan secara transparan dan menggambarkan realita yang sebenarnya dengan memasukkan commitment fee sebagai biaya. Selain itu juga harus menghitung dampak ekonomi yang sudah pasti akan menurun imbas dari wabah COVID-19, sehingga uang pajak masyarakat dapat dipertanggungjawabkan.

”Sebaiknya dibatalkan sedini mungkin. Jangan nanti menjadi beban pemerintahan berikutnya. Tahun 2022 nanti Anies dan Ahmad Riza akan purna tugas, kasihan pemerintahan berikutnya yang akan menanggung beban keuangan karena keputusan buruk yang diambil ini," tuturnya.

Selain meminta agar Formula E dibatalkan, Fraksi DPIP juga meminta kepada Jakpro untuk berusaha melakukan renegosiasi untuk mengembalikan commitment fee yang sudah terlanjur dibayarkan tersebut.

"Jumlah yang tidak sedikit tersebut sangat berarti bagi keuangan Pemprov DKI di tengah situasi saat ini," katanya.