Fraksi PKS Dukung Timsus Polri Usut Kasus Gagal Ginjal Akut: Nyawa Manusia Mahal

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini, mengatakan tim khusus yang dibentuk Polri harus bisa mengusut tuntas kasus gagal ginjal akut pada anak. Dia meminta mereka yang terlibat harus diminta pertanggungjawabannya.

"Tim khusus Polri harus menguji kebenarannya dan mengusut tuntas. Siapapun yang terlibat harus bertanggungjawab," kata Jazuli dalam keterangannya, Senin (31/10).

Jazuli menegaskan, nyawa satu orang saja sangat mahal, apalagi ratusan anak menjadi korban dalam kasus tersebut. Data 26 Oktober 2022, sebanyak 269 anak menderita gagal ginjal akut. 157 di antaranya meninggal dunia.

"Nyawa manusia ini mahal, jangankan puluhan atau ratusan, satu orang saja sangat mahal," ungkap Jazuli.

Jazuli meminta agar polisi menggandeng semua pihak untuk mengusut dan membuktikan kasus gagal ginjal akut ini. Misalkan saja, Polri menggandeng Kementerian Kesehatan untuk membuktikan bahwa obat tersebut ada efek membahayakan.

"Jika ini sudah terbukti maka bisa diusut siapa saja yang terlibat," tegas dia.

Fraksi PKS juga mendorong Polri tidak segan menjatuhkan sanksi pidana terhadap pihak-pihak yang bertanggungjawab terkait penyebab kasus gagal ginjal akut di Indonesia.

"Tapi memang harus dibuktikan terlebih dahulu. Jangan sampai isu ini muncul karena adanya perang bisnis. Tapi kita kan tidak bisa menyimpulkan seperti itu, jika tanpa pengusutan," papar Jazuli.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membentuk tim gabungan untuk menyelidiki kasus temuan penyakit gagal ginjal akut yang terus memakan korban jiwa dalam beberapa waktu terakhir.

Pembentukan Tim Gabungan diputuskan lewat Surat Telegram yang dikeluarkan Kapolri pada pada Kamis (26/10). Surat tersebut ditandatangani oleh Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.

Tim khusus ini gabungan dari empat direktorat yang ada di Bareskrim Polri. Di antaranya, Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter), Direktorat Narkoba (Ditnarkoba), Direktorat Ekonomi Khusus (Diteksus), dan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum). Tim khusus ini diketuai oleh Dir Tipidter Brigjen Pipit Rismanto.

Bareskrim Polri mengaku tengah memeriksa dua perusahaan farmasi terkait dugaan pidana dalam kasus gagal ginjal akut.

Ketua Tim Gabungan Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto mengatakan pemeriksaan itu dilakukan penyidik guna mendalami potensi pidana dalam kasus GGAPA.

"Kita sedang dalam proses, dari semua sampel obat dan juga akan meminta klarifikasi pihak-pihak yang memproduksi," ujar Direktur Tindak Pidana Tertentu itu saat dihubungi, Jumat (28/10).

Pipit mengatakan tim tersebut akan melibatkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). [ray]