Franchise adalah Hak-hak untuk Menjual Produk, Jasa dan Layanan, Ini Tips Menjalankannya

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Bisnis franchise adalah hubungan yang salah satu pihaknya diberikan hak untuk memanfaatkan dan menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan atau penjualan barang dan jasa.

Di Indonesia sendiri franchise dikenal dengan nama lain yaitu waralaba. Franchise di Indonesia pun tergolong banyak dan berbagai jenisnya. Mulai dari franchise makanan sampai jasa pengiriman.

Secara sempit, franchise adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Meski sudah memiliki hak berbisnis, franchise tersebut tetap dijalankan di bawah nama dan sistem bisnis pemilik franchise. Biasanya, pemilik bisnis membuka franchise untuk memperluas jangkauan bisnisnya dengan biaya yang rendah. Pasalnya, franchise bisa dianggap sebagai patungan antara pemilik bisnis dengan penerima franchise.

Jika tertarik untuk menjadi entrepreneur, Anda bisa memulainya dengan membeli bisnis franchise. Salah satu keuntungan dari membeli franchise adalah Anda tidak perlu kesulitan membangun brand awareness dari nol. Pelanggan sudah mengetahui brand tersebut lebih dahulu. Anda hanya perlu menjalankan dan mengembangkan bisnis sesuai sistem yang telah ditetapkan.

Untuk lebih detailnya, berikut ini ulasan mengenai definisi franchise, jenis-jenis, hingga tips dalam melakukannya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Jum’at (18/6/2021).

Definisi Franchise

Ilustrasi Bisnis/Unsplash
Ilustrasi Bisnis/Unsplash

Franchise berasal dari bahasa latin yakni ‘Francorum Rex’ yang berarti ‘Free from Servitude atau ‘Bebas dari ikatan’. Pada literatur berbeda, kata franchise berasal dari dialek kuno bahasa Prancis yang berarti ‘keistimewaan’ atau ‘kebebasan’. Berdasarkan asal kata tersebut, franchise mengandung pengertian kebebasan dalam kepemilikan usaha.

Dalam bahasa Indonesia, franchise diterjemahkan sebagai waralaba. Wara berarti ‘lebih’, sementara laba artinya ‘untung’, jadi terjemahan bebasnya adalah ‘lebih menguntungkan’. Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Permendag RI) Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Waralaba disebutkan, pengertian waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis.

Dalam peraturan tersebut juga dijelaskan, sistem bisnis waralaba memiliki ciri khas usaha berupa memasarkan barang atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba.

Pada dasarnya, bisnis franchise adalah perjanjian pembelian hak untuk menjual produk dan jasa dari pemilik usaha. Pemilik usaha biasa disebut pewaralaba atau franchisor, sedangkan pembeli lisensi berbisnis adalah terwaralaba atau franchisee.

Dalam prosesnya, franchisor memberi lisensi kepada franchisee untuk melakukan kegiatan pendistribusian barang dan jasa di bawah nama dan identitas franchisor dalam wilayah tertentu. Adapun, usaha yang dijalankan sesuai dengan prosedur dan cara yang ditetapkan pemilik usaha. Franchisor memberikan bantuan asistensi kepada franchisee. Sebagai imbalannya, franchisee membayar sejumlah uang berupa initial fee atau royalti.

Hak atas Kekayaan Intelektual itu sepenuhnya dikuasai oleh pemiliknya atau franchisor, dan hanya dipinjamkan kepada franchisee guna memanfaatkan secara komersial untuk jangka waktu tertentu. Peminjaman dan penggunaan hak tersebut diatur dan terikat secara hukum berdasarkan perjanjian lisensi waralaba.

Hak atas Kekayaan Intelektual yang dimaksud bisa berupa merek dagang, merek jasa, hak cipta atas logo, desain industri, paten berupa teknologi maupun rahasia dagang.

Selain memberi hak-hak tersebut, biasanya isi perjanjian kerja sama juga mencakup kewajiban franchisor untuk memberi bantuan berupa proses produksi, operasional, standar perlengkapan produksi, manajemen SDM, hingga pengelolaan keuangan.

Istilah dalam Franchise

Ilustrasi Franchise Minuman - Image by nastogadka from Pixabay
Ilustrasi Franchise Minuman - Image by nastogadka from Pixabay

Ada beberapa istilah dalam franchise yang perlu Anda ketahui sebelum membangun bisnis ini. Berikut istilah lain dalam franchise adalah :

1. Franchisor

Franchisor adalah pihak pemberi waralaba atau sebuah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan menggunakan hak atas suatu brand dan material-material yang berhubungan dengan brand tersebut.

2. Franchisee

Franchisee adalah pihak yang menerima waralaba yang diberikan hak untuk memanfaatkan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual serta segala penemuan dari suatu brand.

3. Franchise Fee

Franchise fee merupakan biaya awal waralaba atau merupakan biaya yang harus Anda keluarkan dimuka sebelum bisnis waralaba Anda mulai beroperasi. Biaya-biaya ini mencakup:

a. Biaya lisensi atau hak untuk menggunakan brand yang diwaralabakan selama jangka waktu tertentu

b. Biaya hak untuk menggunakan atau meminjam pedoman operasional selama jangka waktu tertentu

Sebaiknya Anda juga memastikan agar biaya-biaya tersebut sudah termasuk:

a. Biaya survei lokasi.

b. Desain outlet.

c. Informasi inventory atau stok awal, termasuk segala stok barang yang akan Anda butuhkan.

d. Pencarian supplier untuk stok barang.

e. Penyusunan rencana bisnis.

f. Penyelenggaraan pelatihan awal.

g. Supervisi dan eksekusi peluncuran bisnis Anda.

4. oyalty Fee

Royalty fee adalah biaya yang harus Anda bayarkan setelah waralaba Anda mulai beroperasi. Biasanya, franchisor akan menetapkan biaya pembayaran yang harus Anda lakukan setiap bulannya kepada mereka. Kebijakan royalty fee ini beragam, namun biasanya berupa persentase terhadap setiap penghasilan yang diterima pihak franchisee, dengan pengecualian unsur perpajakan. Biasanya biaya ini digunakan untuk:

a. Kelangsungan operasional bisnis franchise perihal kesinambungan antar semua franchisee.

b. Pelaksanaan audit wiralaba serta evaluasi bisnis.

c. Research and development bagi brand serta strategi pemasarannya.

Jenis-Jenis Franchise

Ilustrasi bisnis kreatif (sumber: Pixabay)
Ilustrasi bisnis kreatif (sumber: Pixabay)

Ada beberapa jenis-jenis franchise yang dapat Anda ketahui. Berikut ini jenis-jenis franchise adalah:

1. Franchise Asing atau Luar Negeri

Merupakan franchise yang berasal dari luar negeri, dan cenderung lebih disukai karena sistemnya yang lebih jelas, dan mereknya pun sudah lebih dikenal oleh masyarakat. Contohnya seperti Pizza Hut, MC Donalds, dan lainnya.

2. Franchise Dalam Negeri

Franchise yang berasal dari dalam negeri ini juga tak kalah bagusnya dan telah menjadi pilihan investasi untuk orang yang ingin cepat memiliki usaha namun belum punya pengetahuan yang memadai untuk menjadi pengusaha.

Tips Membuka Bisnis Franchise

Ilustrasi Bisnis. Credit: pexels.com/Bongkarn
Ilustrasi Bisnis. Credit: pexels.com/Bongkarn

Bagi Anda yang ingin membuka bisnis franchise. Berikut adalah hal-hal dan tips yang perlu Anda perhatikan ketika membuat bisnis franchise adalah:

1. Ciri Khas yang Menarik

Hal pertama yang harus Anda pastikan adalah Anda harus dapat membuat produk atau poin lain yang memiliki ciri khas tersendiri. Anda juga dapat menambahkan fasilitas tambahan pada outlet. Dengan ini, Anda dapat menciptakan poin diferensiasi antara waralaba Anda dengan yang lainnya. Untuk dapat menguasai pasar, ciptakanlah sesuatu yang baru dan unik.

2. Catatan Keuangan

Hal selanjutnya yang wajib Anda miliki sebagai franchise adalah memiliki catatan keuangan. Buatlah pembukuan keuangan secara rutin baik secara sistem atau manual. Walaupun bisnis yang Anda miliki belum termasuk besar, Anda tetap harus memiliki pencatatan transaksi dan keuangan secara keseluruhan yang baik. Dengan begitu, Anda tentunya dapat melihat dan mengetahui perkembangan bisnis yang Anda jalankan dari waktu ke waktu. Catatan keuangan ini juga dapat Anda gunakan untuk melihat status perkembangan bisnis Anda serta untuk mengetahui produk-produk yang menguntungkan dan mana yang merugikan.

3. SOP yang Jelas

Tetapkan standar operasional prosedur (SOP) sebagai pedoman dan acuan semua karyawan Anda, termasuk Anda sendiri dalam menjalankan fungsinya masing-masing. Dengan SOP yang jelas, Anda dapat memiliki standar kualitas yang sama antara waralaba yang Anda jalankan dengan waralaba lainnya, dari standar produk hingga kualitas layanannya. SOP Anda juga harus sederhana agar semua proses bisnis Anda dapat menjadi lebih mudah dan lancar.

4. Kesinambungan Antar Franchise

Franchisor biasanya secara berkala akan memberikan pelatihan pada para franchisee-nya. Walaupun dijalankan oleh pemilik dan badan usaha yang berbeda-beda, namun pelanggan tetap melihat brand yang sama. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memiliki standar kualitas produk dan layanan, bahan produksi, peralatan dapur, seragam karyawan, dan hal-hal lainnya yang tidak berbeda dari waralaba lainnya dengan brand yang sama.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel