Frank Lampard Akui Tugas Manajer Jauh Lebih Sulit daripada Pemain

Zulfikar Husein
·Bacaan 1 menit

VIVA – Manajer Chelsea, Frank Lampard, mengakui bertugas sebagai juru taktik jauh lebih sulit daripada menjadi pemain. Hal itu dirasakan Lampard setelah berkarier sebagai manajer sejak 2018.

Lampard menyadari, ada risiko yang bisa merusak warisannya sebagai pemain di Chelsea ketika memutuskan untuk menjadi manajer. Apalagi, Lampard memang dikenal sebagai salah satu legenda The Blues.

"Kehidupan seorang pemain adalah gelembung keegoisan sampai taraf tertentu. Saya menyadari bahwa sekarang ini saya mengalami masa yang lebih sulit daripada saat bermain," kata Lampard, seperti dikutip BBC, Rabu 18 November 2020.

"Kehidupan seorang manajer harus berkutat dengan 25 orang dalam skuad, staf yang berada di gedung, dan masalah dengan departemen yang berbeda. Tugas ini sangat jauh dari sepakbola," ujarnya.

Lebih lanjut, Lampard menegaskan, bahwa tugas menjadi manajer jauh lebih melelahkan ketimbang saat masih bermain. Bahkan, ia bisa mendapat 50 masalah dalam kurun waktu sehari.

"Para pemain dapat dengan mudah duduk di sana dan berkata mereka ingin menjadi seorang manajer, kemudian mereka memulai jalan dan berkata: 'Sebenarnya saya ingin menjadi seorang pakar,' Saya pun menghormati itu karena menjadi pakar juga sulit, tetapi dalam hal manajemen saya ingin menguji kualitasnya," tuturnya.

"Seorang manajer bisa saja mendapatkan 50 masalah dalam sehari. Ini jauh lebih melelahkan, tetapi saya menyukainya dan tidak bisa hidup tanpa ini semua," ucapnya.