Fransiskus Tak Menyangka Akan Dapat Jaket dari Jokowi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Fransiskus Ade Uran, warga Desa Tapolangu, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur tak menyangka akan mendapatkan jaket merah yang dikenakan Presiden Joko Widodo saat meninjau lokasi bencana alam di Ile Ape.

Saat dihubungi dari Kupang, Jumat (9/4/2021) sore, ia menceritakan usai Presiden Joko Widodo memberikan keterangan kepada wartawan dan warga di Ile Ape, orang nomor satu di Indonesia itu langsung melepas jaketnya dan mengenakan secara langsung ke dirinya.

Fransiskus mengaku sangat kegirangan namun juga was-was saat dipanggil ke hadapan Presiden Jokowi karena celana yang ia kenakan berlubang di kedua lututnya.

"Tadi saya berdiri tidak terlalu jauh, kira-kira dua meter dari lokasi Pak Jokowi berbicara," ujar dia seperti dikutip Antara.

Ia pun mengaku tidak bisa banyak berkata-kata karena sangat senang dan bahagia serta tidak pernah membayangkan akan mendapatkan jaket dari orang nomor satu di Indonesia itu.

Sevelumnya, ada momen berbeda dalam kunjungan kerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (9/4/2021). Kunjungan kali ini membawa duka mendalam karena Jokowi mengunjungi lokasi terdampak bencana banjir di Kabupaten Lembata.

Kabupaten Lembata sendiri merupakan salah satu wilayah yang paling parah terdampak bencana banjir. Tercatat, ada 163 korban meninggal dunia dan 45 orang masih hilang.

Seusai meninjau lokasi bencana, Jokowi tiba-tiba memanggil seorang pemuda yang merupakan salah satu korban banjir. Dia mendadak melepaskan jaket merah yang sedang dikenakannya dan memakaikannnya kepada pemuda tersebut.

Riuh tepuk tangan dan sorak sorai berdatangan dari warga yang menyaksikan momen itu. Pemuda yang diketahui bernama Fransiskus Ade Uran Atawalo itu pun tampak berterima kasih kepada Jokowi.

Orang Hilang Terus Dicari

Seperti diketahui, banjir bandang telah menerjang dua desa di Flores Timur, Minggu, 4 April, pukul 01.00 Wita. Selain itu, beberapa wilayah lainnya di NTT juga mengalami hal serupa.

Dalam kunjungannya, Jokowi meminta agar korban yang masih hilang terus dicari dan segera ditemukan, meski medan di lapangan cukup sulit. Dia juga memastikan bahwa logistik untuk pengungsi korban terdampak bencana terpenuhi.

"Untuk pengungsian saya juga sudah pastikan bahwa karena memang tidak begitu banyak yang mengungsi, tetapi ada memastikan untuk logistiknya cukup. Hanya tadi ada dari masyarakat menyampaikan bahwa BBM-nya mahal. Saya terima (masukannya)," jelas Jokowi.

Dia mengatakan warga yang berada di lokasi terdampak bencana banjir NTT akan direlokasi. Jokowi mengaku telah berbicara dengan Gubernur NTT Victor Laiskodat dan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur agar relokasi dilakukan secepatnya.

"Daerah yang terdampak ini nanti, tadi saya sudah berbicara dengan Gubernur NTT dan juga dengan Bupati Lembata nanti dengan persetujuan masyarakat lokasi ini akan dipindahkan. Akan direlokasi dan secepatnya akan dibangun dalam waktu yang cepat-cepatnya," kata dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini: