Fredrich Yunadi Punya Bukti Baru Hingga Debat Panas Rocky Gerung

Dedy Priatmojo
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kabar mengejutkan datang dari mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, yang baru-baru ini mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) atas kasus hukum yang tengah membelitnya. Rupanya, pengacara kondang itu tengah menyusun upaya hukum agar bebas atau setidaknya mendapat keringanan hukuman.

Sebelumnya, Fredrich Yunadi divonis 7 tahun penjara karena tuduhan merintangi penyidikan KPK terhadap kliennya, Setya Novanto.

Sempat mengajukan upaya banding namun ditolak Mahkamah Agung, malah dijatuhi hukuman 7 tahun dan 6 bulan penjara serta denda Rp500 juta subsider 8 bulan kurungan. Fredrich juga dinilai terbukti mengondisikan Setya Novanto sakit sehingga tidak diperiksa KPK.

Berita seputar Fredrich Yunadi ini menjadi salah satu berita terpopuler di laman VIVA.co.id, Jumat, 23 Oktober 2020. Di samping tentunya masih banyak lagi berita-berita menarik yang bisa disimak oleh pembaca, yang dirangkum dalam Round Up berikut ini:

1. Fredrich Yunadi, Mantan Pengacara Setnov Sodorkan Bukti Baru

Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik Fredrich Yunadi
Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik Fredrich Yunadi

Mantan Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK). Sidang dengan agenda permohonan PK itu digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Fredrich dalam pengadilan tingkat pertama divonis terbukti membantu Novanto, untuk menghalang-halangi penyidikan KPK.

Tim Penasihat Hukum Fredrich Yunadi, Rudy Marjono, menuturkan pihaknya tak membacakan secara menyuluruh isi permohonan PK di hadapan majelis hakim dan jaksa penuntut umum (JPU). Namun, permohonan PK itu dianggap dibacakan.

Baca selengkapnya di tautan ini

2. Demo di Makassar Mencekam, Ambulans Dibakar dan Kantor Nasdem Dirusak

Warga berusaha padamkan ambulans yang dibakar massa pendemo di Makassar
Warga berusaha padamkan ambulans yang dibakar massa pendemo di Makassar

Aksi unjuk rasa lanjutan untuk menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja kembali digelar di sejumlah daerah pada Kamis, 22 Oktober 2020. Salah satunya demo di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang berujung rusuh.

Dari jepretan gambar pewarta foto Antara, Abriawan Abhe, demo rusuh dengan bentrokan ini berlangsung di depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM). Polisi terpaksa menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa pada Kamis malam, 22 Oktober 2020.

Aksi massa itu juga anarkis dengan melakukan pembakaran terhadap sejumlah kendaraan. Mobil ambulans yang berada di sekitar lokasi tak luput dengan dibakar.

Baca selengkapnya di tautan ini

3. Menkeu Instruksikan Anak Buahnya, Siap-siap Kejar Pajak Usai Pandemi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, meminta seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pajak untuk segera mengumpulkan pajak usai angka penyebaran pandemi COVID-19 menurun dan terjadinya pemulihan ekonomi.

Hal itu, kata Sri, dikarenakan pemerintah telah gencar memberikan insentif perpajakan selama masa sulit seperti saat ini. Apalagi pandemi COVID-19 telah menekan perekonomian dan aktivitas bisnis masyarakat.

"Jadi, meski tahun ini penerimaan pajak kita turun, teman-teman pajak harus tetap kumpulkan dan tahun depan untuk konsolidasi APBN kita tidak terus mengalami defisit besar," kata Sri, Jumat, 23 Oktober 2020.

Baca selengkapnya di tautan ini

4. Debat Panas, Rocky Gerung Vs Tenaga Ahli KSP soal Vaksin Asal China

Pengamat politik Rocky Gerung dalam program ILC tvOne.
Pengamat politik Rocky Gerung dalam program ILC tvOne.

Stok vaksin COVID-19 asal China akan diterima pemerintah Indonesia pada November 2020. Vaksin yang sudah dibeli pemerintah ada tiga yaitu Sinovac, Sinopharm, dan Cansino.

Ketiga vaksin itu menurut pemerintah dibeli karena sudah lolos uji klinis fase ketiga. Hal ini jadi pembahasan dalam acara Dua Sisi tvOne 'Simsalabim Vaksin COVID-19' pada Kamis malam, 22 Oktober 2020.

Dalam acara ini hadir dari pihak pemerintah yakni Staf Khusus Menteri BUMN Erick Thohir, Arya Sinulingga, dan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Dany Amrul Ichdan. Dari pihak yang kontra ada pengamat sosial politik Rocky Gerung dan anggota DPR Fraksi Gerindra, Fadli Zon.

Baca selengkapnya di tautan ini

5. Joe Biden Bombardir Trump soal Kepemilikan Rekening Bank di China

Donald Trump Vs Joe Biden
Donald Trump Vs Joe Biden

Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, menyinggung petahana Donald Trump soal kepemilikan rekening bank miliknya di China. Biden juga menekan Trump yang ternyata tak membayarkan pajak penghasilannya selama 10 tahun.

"Presiden ini membayarkan pajak hingga 50 tahun menggunakan rekening bank rahasia dengan China, berbisnis dengan China. Faktanya jika berbicara soal uang, saya tak mengambil uang sedikit pun dari negara mana pun," kata Biden dalam debat terakhir jelang Pilpres AS, Jumat 23 Oktober 2020.

Trump menjawabnya dengan menolak tuduhan tersebut. Dia justru berbalik mempertanyakan uang yang mengalir ke rekening Joe Biden yang disebutnya berasal dari beberapa negara termasuk China, Rusia, dan Ukraina seperti yang banyak disebut-sebut dalam skandal yang dituduhkan kepada anak Joe Biden.

Baca selengkapnya di tautan ini

(ase)