Freelancer yang Cari Kerjaan Bisa Merapat ke Sini

Raden Jihad Akbar, Anwar Sadat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kementerian Ketenagakerjaan saat ini turut memberikan perhatian bagi para pekerja lepas atau yang lebih dikenal dengan freelancer. Salah satunya yaitu dengan membentuk program Bursa Kerja Mandiri.

Program ini menjadi salah satu upaya Kemenaker dalam membantu para pencari kerja, khususnya freelancer atau pencari kerja paruh waktu. Sebab jika dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS), basis angkatan tenaga kerja Indonesia tersedia sebanyak 136,18 juta orang. Terdiri atas jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 129,36 juta orang dari pengangguran sebanyak 6,82 juta orang.

Baca juga: 10 Jenis Pekerjaan Ini Paling Dibutuhkan Usai Pandemi COVID-19

"Yang sekarang dilakukan Kemenaker di samping melakukan pelatihan vokasi, memberikan skiling, up-skiling, re-skilling, kami juga memperluas kesempatan kerja melalui pelatihan kewirausahaan," kata Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziah, kepada wartawan, Kamis 26 November 2020.

Dari jumlah pekerja sebanyak 129,36 juta orang, freelancer mengambil porsi sebanyak 4,55 persen atau sebanyak 5,89 juta orang. Hadirnya BKM ini menjadi upaya Kemenaker dalam membantu para pencari kerja

Dalam penjelasannya, Program BKM Kemenaker ini mempunyai konsep yang berbeda dengan job fair pada umumnya. Dalam program BKM Kemenaker lebih terfokus kepada para freelancer.

BKM ini akan memberikan pengalaman langsung pada para pekerja mandiri (freelancer) di sektor jasa seperti kecantikan, kebugaran, kebersihan, reparasi, konstruksi hingga otomotif.

Dalam program ini, para pekerja mandiri tidak hanya memperoleh kesempatan untuk mendaftar pada satu platform, namun juga pada platform-platform lain yang berpartisipasi pada bursa kerja tersebut.

Dalam upaya ini, Kemenaker banyak menggandeng para startup. Program BKM ini, diharapkan mampu menjadi fasilitas bagi para freelancer dan menekan angka pengangguran yang ada di Indonesia.

"Jadi kalau misalnya pasar kerjanya masih terbatas maka kita dorong mereka mengembangkan usaha secara mandiri," ujarnya. (art)