Frekuensi Bekas TV Analog Bisa Digunakan Perkuat Jaringan 5G

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah resmi menghentikan siaran analog (analog switch off/ASO) di wilayah Jabodetabek pada Rabu (2/11) dini hari.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD mengemukakan sejumlah dampak baik dari program migrasi siaran televisi (TV) ke digital ini. Salah satunya, kata dia, bisa memperkuat kecepatan internet jaringan 5G.

"Dengan bermigrasinya siaran TV analog ke digital, maka Indonesia akan memperoleh efisiensi frekuensi digital dividen yang nantinya akan dimanfaatkan untuk teknologi akses internet berkecepatan tinggi, dengan kecepatan 5G," kata dia dalam sambutan hitung mundur ASO di Jakarta, Kamis (3/11) dini hari.

Diketahui, siaran TV analog menggunakan sprektrum frekuensi radio 700 MHz dengan menghabiskan seluruh frekuensi. Sementara itu, efisiensi spektrum frekuensi alias digital dividen pada siaran digital bisa menghemat hingga 112MHz. Frekuensi ditinggalkan analog inilah yang bakal dialihkan untuk memperkuat jaringan 5G di Indonesia.

Adapun sejumlah operator telekomunikasi di Indonesia sudah mulai memperkenalkan teknologi 5G sejak pertengahan 2021 lalu. 5G adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut generasi kelima sebagai fase berikutnya dari standar telekomunikasi seluler yang melebihi standar 4G.

Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan kecepatan, mengurangi latensi, hingga meningkatkan fleksibilitas layanan nirkabel. Selain memperkuat jaringan 5G, lanjut Mahfud, ASO juga termasuk program pemerintah dalam mewujudkan transformasi digital tanah air.

"Masyarakat memperoleh kualitas penyiaran yang lebih baik dimana siaran digital akan menyajikan kualitas audiovisual seperti kualitas layar lebar. Jumlah saluran televisi yang diterima juga akan lebih banyak lagi," ujar dia.

"Digitalisasi terkait penanganan bencana alam, pendidikan, kesehatan, serta mendukung pengembangan ekonomi digital," imbuhnya.

Tidak berhenti sampai di situ, dia menilai bahwa migrasi siaran analog ke digital membawa efek jangka panjang bagi dua sektor industri dalam negeri. Yakni industri penyiaran dan elektronik. Lewat industri penyiaran, bisa memacu pertumbuhan konten lokal dan mendorong keberagaman konten yang dihasilkan.

"Seperti konten-konten yang bersifat edukatif dan kreatif serta berpotensi menumbuhkan ekosistem penyiaran baru di tingkat lokal atau tingkat daerah," kata dia.

Sedangkan pada industri elektronik, ASO dinilai mampu mendukung pelaku usaha yang menjual produk televisi digital dan set-top-box (STB).

Reporter Magang: Michelle Kurniawan [faz]