FSGI Layangkan Somasi ke Kemendikbud Terkait Kurikulum 2013

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Elemen guru yang tergabung dalam Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) dan Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) bersama orangtua murid akan melayangkan somasi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 22 Juli 2013.

Sekretaris Jenderal FSGI, Retno Listyarti, dalam konferensi pers di Kantor LBH Jakarta, Kamis (11/7/2013), mengatakan, somasi ini terkait penerapan Kurikulum 2013 pada tahun ajaran baru 2013/2014.

"Dalam waktu dekat, bersama orangtua murid akan melakukan somasi ke Kemendikbud. Kami meminta agar kurikulum 2013 ditunda sampai benar-benar siap diterapkan," tegas Retno.

Apalagi kata Retno, FSGI menemukan sejumlah masalah di daerah terkait proses implementasi kurikulum 2013. Sehingga Kemendikbud tak bisa melepas tangan begitu saja dan harus menyiapkan sejumlah kiat mengatasinya.

Sementara itu, Direktur LBH Jakarta bidang pendidikan Mayong mengatakan kurikulum 2013 memiliki cacat prosedur dan cacat materil substantif. Cacat prosedural karena kurikulum 2013 telah melangkahi regulasi yang ada.

Pertama, pembuatan kurikulum 2013, jelas menabrak regulasi yang ada. Peraturna Pemerintahnya baru mau dibuat, tapi kurikulumnya sudah diterapkan. Harusnya kalau mau mengacu pada PP 2005, maka harus ada revisi terlebih dahulu.

Kedua, lanjut Mayong, kurikulum 2013 cacat materiil substantif karena banyak hal yang melanggar prinsip-prinsip tujuan pendidikan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. "Maka itu kami yakin MA dapat mengabulkan jika nanti dilakukan uji materi," terangnya.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.