Fuad Rachmany Enggan Komentari Isu Cagub BI

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Pajak Fuad Rachmany enggan berkomentar perihal isu yang beredar di kalangan media bahwa dirinya merupakan calon kuat Gubernur Bank Indonesia (BI).

"Saya nggak tahu, saya nggak mau kasih komentar, itu kan isunya datang dari media sendiri," kata Fuad di Jakarta, Jumat.

Gubernur BI Darmin Nasution akan menyelesaikan masa jabatannya pada 22 Mei 2013 mendatang. Sesuai dengan ketentuan UU, Presiden harus mengirimkan nama calonnya ke DPR paling lambat tiga bulan sebelumnya.

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Harry Azhar Azis sebelumnya mengatakan, Presiden maksimal mengirimkan tiga nama calon Gubernur BI yang kemudian akan dibahas di Paripurna DPR, untuk kemudian dibawa ke Badan Musyawarah.

Para calon Gubernur BI tersebut nantinya akan diuji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi XI DPR RI untuk selanjutnya dipilih. "Proses dan prosedurnya seperti itu," katanya.

Di sisi lain, nama Gubernur BI Darmin Nasution kembali disebut-sebut beberapa kalangan masih pantas untuk menjabat yang kedua kalinya.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Destry Damayanti menilai Darmin Nasution merupakan figur yang layak dicalonkan kembali untuk periode berikutnya, karena kebijakan moneter yang dikeluarkan selama menjabat selalu konsisten.

"Darmin figur yang pas. Karena, ia seorang makro ekonomis, di kalangan moneter pun sudah dikenal sekali sepak terjangnya. Dan jangan dilupakan pengalamannya di lembaga keuangan, dan sebagai dirjen pajak," kata Destry.

Sementara menurut Ekonom dari Universitas Atma Jaya A. Prasetyantoko, Gubernur BI periode 2013-2018 sebaiknya tetap dijabat oleh Gubernur BI saat ini Darmin Nasution karena tantangan yang akan dihadapi cukup berat sehingga tetap mempertahankannya merupakan pilihan terbaik.

"Karena yang paling mudah ketika situasi sulit adalah statusquo, jadi ambil saja yang pernah menjabat," katanya.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler