FUIB Sulsel Minta Polisi Jelaskan Peran Kedua Teroris di Makassar

Agus Rahmat, Irfan
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pasca penembakan dua terduga teroris yang dilakukan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri, di Kota Makassar, pada Rabu kemarin, Ketua Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan, Muchtar Daeng Lau, meminta agar ada penjelasan.

FUIB Sulawesi Selatan meminta kepada pihak kepolisian agar mampu menjelaskan secara detail duduk persoalan dari kasus terorisme itu, agar tidak menimbulkan spekulasi.

"Dalam hal ini kepada Kapolda Sulsel agar menyampaikan peran serta dalam kasus apa para terduga teroris itu, sehingga masyarakat paham dan tidak menimbulkan spekulasi," ujarnya.

Baca juga: 2 Teroris yang Ditembak Mati di Makassar Pernah Dicegah ke Suriah

Menurut Ustaz Muchtar, masyarakat Kota Makassar khususnya dan Sulawesi Selatan pada umumnya sangat menginginkan kondisi yang tetap tenang, damai dan tenteram, serta jauh dari ancaman tindakan serta paham terorisme.

Oleh karena itu, pendakwah yang juga aktif melakukan kegiatan deradikalisasi dalam program Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut, berpesan kepada masyarakat agar turut segera melaporkan jika menemukan sesuatu yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

"Mencegah aksi kejahatan, termasuk tindakan terorisme, tentu menjadi tujuan kita bersama, bagaimana kita bisa sama-sama menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Untuk penindakan sendiri, kita percayakan kepada aparat yang berwenang," ujar Muchtar.

Densus 88 Antiteror Polri menembak mati dua orang terduga teroris yang terafiliasi dengan kelompok Negara Islam (ISIS) di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan pada Rabu, 6 Januari 2021.

Kedua orang terduga teroris yakni Moh Rizaldy S (46) dan Sanjai Ajis (23) ini melawan petugas saat dilakukan penangkapan.

"Saat dilakukan penangkapan, kedua pelaku melakukan perlawanan dengan masing-masing menggunakan senjata tajam jenis parang dan senapan angin jenis PCP," kata Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Merdisyam, saat dikonfirmasi VIVA.