Fun Fact di BRI Liga 1: Fenomena Homo Homini Lupus Antarpelatih di Kasta Tertinggi Indonesia

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - BRI Liga 1 2021/2022 masih menyelesaikan dua seri. Namun berbagai peristiwa menarik mewarnai kompetisi kasta tertinggi di Indonesia ini.

Kehidupan ini memang sangat keras. Tiap manusia harus berjuang meraih keinginannya. Meskipun imbasnya orang lain harus terluka, terpuruk, dan tersingkir dari kemapanan yang dinikmatinya.

Di BRI Liga 1, terjadi saling sikut dan terkam antarpemain, antartim, dan, bahkan antarpelatih. Mereka mengusung ambisi masing-masing untuk saling menjatuhkan demi mengejar prestasi atau sebuah kemenangan.

Fenomena saling menerkam dan menjatuhkan ini penasbihan kalimat dalam bahasa Latin homo homini lupus (manusia adalah serigala bagi manusia lain).

Kalimat ini kali pertama diperkenalkan sastrawan Plautus dalam karyanya Asinaria pada 195 SM. Fakta terkini yang cukup mengejutkan adalah diberhentikannya Rahmad Darmawan dari kursi pelatih Madura United.

Sosok sarat prestasi itu akhirnya harus lengser akibat tuntutan suporter yang tak puas dengan pencapaian tim yang hingga kini masih berkutat di papan bawah alias posisi ke-14 klasemen sementara.

Kasus arsitek yang akrab disapa RD ini mengingatkan kita betapa kejamnya kompetisi di Tanah Air. RD juga korban dari resiprokal kesuksesan yang diraihnya.

Resiprokal adalah istilah seseorang yang terkena tulah akibat ulah yang dilakukan sendiri kepada orang lain. Berikut fenomena pelatih yang menjadi serigala bagi sesama pelatih di BRI Liga 1.

1. Joko Susilo dan Mario Gomez

Pelatih Persik Kediri, Joko Susilo. (Bola.com/Joko Susilo)
Pelatih Persik Kediri, Joko Susilo. (Bola.com/Joko Susilo)

Resiprokal pertama dialami Joko Susilo. Eks pelatih Persik asal Cepu, Blora ini, sukses menjinakkan Borneo FC 1-0 pada pekan kedua.

Imbasnya sungguh luar biasa. Berselang sehari, pelatih kepala Pesut Etam, Mario Gomez pun mengundurkan diri dari tim bersama para asistennya.

Keputusan Gomez ini sempat memicu reaksi keras dari manajemen tim asal Samarinda, Kaltim ini. Pelatih asal Argentina ini dianggap melakukan kesepakatan sepihak dan kasusnya bakal diajukan ke FIFA.

Namun kebahagiaan Joko Susilo memberi kemenangan perdana kepada Persik tak berlangsung lama. Dirinya pun harus lengser dari Persik pada pekan keenam usai bermain imbang tanpa gol dengan PSS.

Tapi Joko Susilo dengan kualitas ilmu kepelatihan yang dimilikinya tak perlu lama menganggur. PSG Pati langsung menyodori kontrak untuk menukangi tim di Liga 2 2021 yang telah ditinggalkan Ibnu Grahan dkk.

Prestasi pria yang akrab disapa Getuk ini cukup bagus. Dia berhasil mengembalikan kepercayaan diri dan performa Zulham Zamrun cs di babak penyisihan Grup C Liga 2 di Solo.

2. RD dan Hendri Susilo

Pelatih Persiraja Banda Aceh, Hendri Susilo, memberikan arahan kepada anak asuhnya saat melawan Persib Bandung pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Jumat, (2/4/2021).  (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih Persiraja Banda Aceh, Hendri Susilo, memberikan arahan kepada anak asuhnya saat melawan Persib Bandung pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Jumat, (2/4/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Fakta berikutnya ketika Rahmad Darmawan sukses menerkam Hendri Susilo pada laga Madura United kontra Persiraja yang berakhir 2-1 pada pekan kesembilan, 27 Oktober lalu.

Malam usai laga tersebut manajemen Laskar Rencong pun langsung memutus kerja sama dengan Hendri Susilo. Seolah pengurus 'melupakan' jasa sang arsitek yang telah sukses mengangkat tim dari Liga 2 2019 ke Liga 1 2020 itu.

Seperti Joko Susilo, Hendri Susilo pun tak butuh waktu lama menemukan pelabuhan baru. Semen Padang FC yang berjuang di penyisihan Grup A Liga 2 langsung menangkap Hendri Susilo.

Namun sebenarnya apa yang dialami Rahmad Darmawan sangat ironis. Dirinya harus meninggalkan klub berjulukan Laskar Sappe Kerab itu usai ditundukkan Persita 2-1 pada laga penutup seri kedua.

Yang mungkin paling menyesakkan bagi RD adalah gol penentu kemenangan Pendekar Cisadane yang dicetak Herwin Tri Saputra tiga menit usai menggantikan Irsyad Maulana pada menit ke-88. Herwin Saputra notabene adalah menantu Rahmad Darmawan.

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel