Fun Fact di BRI Liga 1: Persahabatan Dua Presiden di Balik Rivalitas Persik dan Persiraja

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Kediri - Persik Kediri dan Persiraja Banda Aceh termasuk klub tua, jika dilihat dari sejarah kelahiran mereka. Persik didirikan pada tahun 1950, sedangkan Persiraja tujuh tahun berselang.

Namun, bila ditilik dari prestasi di era Perserikatan, Laskar Rencong lebih moncer. Sebaliknya auman Macan Putih sama sekali tak pernah terdengar di pentas Nasional.

Karena berbeda raihan prestasi, keduanya hampir tak pernah bentrokan di jaman Perserikatan.

Baru menginjak era kompetisi penggabungan Perserikatan dan Galatama, persaingan antara Kediri dan Banda Aceh dimulai. Namun, perseteruan mereka bisa dihitung dengan jari.

Pasalnya, saat Persik mencapai masa kejayaan pada rentang 2003 hingga 2009 di Divisi Utama, Persiraja masih berkutat di pentas Divisi I.

Dari data kompetisi sepakbola industri Indonesia, Persik Kediri dan Persiraja tercatat empat musim bertarung. Masing-masing pada Divisi Utama 2007, perebutan tiket promosi Liga 1 2019, dan dua kali di Liga 1 2020 serta 2021.

Dari empat pertemuan itu laga selalu berlangsung sengit. Skor akhir selalu ketat dan tak pernah mencatat agregat lebih dari dua digit gol.

Pertarungan Menegangkan

Para pemain dan ofisial Persik Kediri merayakan keberhasilan mereka promosi ke Liga 1 2020 setelah menang lewat drama adu penalti atas Persiraja Banda Aceh di semifinal Liga 2 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (22/11/2019). (Bola.com/Gatot Susetyo)
Para pemain dan ofisial Persik Kediri merayakan keberhasilan mereka promosi ke Liga 1 2020 setelah menang lewat drama adu penalti atas Persiraja Banda Aceh di semifinal Liga 2 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (22/11/2019). (Bola.com/Gatot Susetyo)

Pertarungan paling menegangkan antara Persik Kediri kontra Persiraja saat babak semifinal Liga 2 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali. Laga harus ditentukan lewat adu penalti yang akhirnya dimenangkan Persik dengan skor 5-4. Dan, akhirnya Persik pun menjuarai Liga 2 edisi tersebut.

Di Liga 1, catatan rekor Lantak Laju lebih unggul. Ini berkat kemenangan 1-0 kala Persiraja mempermalukan Persik di Kediri. Sayang kompetisi musim 2020 itu pun terhenti akibat terpaan Pandemi COVID-19. Sehingga Persik tak sempat membalas dendam terhadap Persiraja.

Di BRI Liga 1 2021-2022, Persik bakal punya kesempatan membalas sakit hati kepada Persiraja pada pekan kesebelas di Stadion Moch. Soebroto Magelang, Sabtu (6/11/2021).

Duel bisa dipastikan berlangsung sengit. Pasalnya Persik dan Persiraja sedang berebut menjauhi zona merah degradasi.

Persik yang kini menduduki peringkat ke-15 masih bisa tenggelam di zona merah. Sementara Persiraja selama beberapa pekan terakhir betah di dasar klasemen sementara.

Dunia Politik

BRI Liga 1 - Persiraja Banda Aceh Vs Persik Kediri (Bola.com/Adreanus Titus)
BRI Liga 1 - Persiraja Banda Aceh Vs Persik Kediri (Bola.com/Adreanus Titus)

Namun di balik perseteruan ketat tersebut ada dua sosok yang sebenarnya bersahabat akrab di dunia politik.

Mereka adalah Abdul Hakim Bafagih dan Nazaruddin Dek Gam. Kebetulan mereka menjabat sebagai Presiden Klub Persik dan Persiraja.

Keakraban keduanya berlatar belakang sama sebagai kader terbaik bagi Partai PAN di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta. Abdul Hakim menjadi anggota Komisi VI DPR RI dari Dapil VIII Jatim. Sementara Nazaruddin Dek Gam berasal dari Dapil Aceh I dan menduduki anggota Komisi III DPR RI.

Soal pengalaman mengurus si kulit bundar Dek Gam lebih piawai dibanding Hakim Bafagih. Dek Gam lah tokoh di balik kebangkitan Persiraja sejak empat tahun terakhir. Sedangkan Hakim Bafagih baru terjun di sepak bola, ketika Persik telah promosi ke Liga 1 2020.

Soal rekor jelas Dek Gam lebih unggul, jika dilihat dari pertemuan di Liga 1 2020. Nah, apakah Hakim Bafagih dan Persik mampu revans di Liga 1 2021 nanti?

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel