Fungsi Dendrit dan Akson pada Sistem Saraf, Kenali Perbedaannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Fungsi dendrit dan akson perlu diketahui sebagai bagian dari sistem saraf. Dendrit dan akson merupakan bagian dari sel saraf (neuron) sebagai komponen sistem saraf. Komponen sistem saraf terdiri dari sel saraf (neuron), sistem saraf pusat, dan sistem saraf tepi.

Oleh karena itu, dalam membahasa tentang dendrit dan akson, kamu perlu mengenali sistem saraf terlebih dahulu. Apalagi, keduanya merupakan bagian dari sistem saraf, yaitu pada sel saraf. Dendrit dan akson merupakan serabut saraf yang keluar dari badan sel.

Fungsi dendrit dan akson sangat penting dalam menerima dan meneruskan impuls. Biasanya setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrit. Sebagai percabangan dari badan sel, tentu saja keduanya memiliki peranan yang penting bagi sistem saraf tubuh.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (26/1/2021) tentang fungsi dendrit dan akson.

Sistem Saraf

Sebelum mengenal fungsi dendrit dan akson, kamu perlu memahami terlebih dahulu tentang sistem saraf. Sistem saraf adalah salah satu bagian yang menyusun sistem koordinasi yang bertugas menerima rangsangan, kemudian menghatarkan rangsangan ke seluruh tubuh serta memberikan respons terhadap rangsangan tersebut.

Pengaturan penerimaan rangsangan dilakukan oleh alat indra dan pengolahan rangsangan dilakukan oleh saraf pusat. Kemudian meneruskan untuk menanggapi rangsangan yang dapat dilakukan oleh sistem saraf dan alat indra.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, komponen sistem saraf ini terdiri dari sel saraf (neuron), sistem saraf pusat, dan sistem saraf tepi. Sementara itu, sel saraf memiliki beberapa bagian, seperti badan sel, dendrit, hingga akson.

Sel saraf (neuron) merupakan suatu sel yang berfungsi untuk menerima dan menghantarkan impuls. Dalam tubuh manusia, ada triliunan neuron. Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu dendrit dan akson (neurit).

Fungsi Dendrit dan Akson

neuron (Image by Clker-Free-Vector-Images from Pixabay)
neuron (Image by Clker-Free-Vector-Images from Pixabay)

Dendrit yang dari bahasa Yunani disebut juga Dendron berarti pohon. Dendrit ini merupakan cabang dari Neuron. Fungsi dendrit dan akson sangatlah penting untuk sistem saraf. Bahkan, pada sel saraf, fungsi dendrit dan akson merupakan fungsi yang paling utama.

Fungsi dendrit dan akson adalah untuk menerima dan menghantarkan impuls. Dendrit berfungsi mengirimkan impuls ke badan sel saraf, sedangkan akson berfungsi mengirimkan impuls dari badan sel ke jaringan lain.

Fungsi dendrit dan akson sangat penting dalam sel saraf, namun keduanya memiliki perbedaan masing-masing. Akson biasanya sangat panjang. Sebaliknya, dendrit pendek. Selain itu, Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrit. Kedua serabut saraf ini berisi plasma sel.

Pada struktur sel saraf sendiri, kamu bisa melihat beberapa bagian, seperti badan sel, dendrit, akson, selaput mielin, sel schwann, nodus ranvier, hingga sinapsis. Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak disebut mielin, selaput pembungkus neurit. Mielin merupakan kumpulan sel Schwann yang menempel pada akson. Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk selubung lemak di seluruh serabut saraf mielin.

Membran plasma sel Schwann disebut neurilema. Fungsi mielin adalah melindungi akson dan memberi nutrisi. Bagian dari akson yang tidak terbungkus mielin disebut nodus Ranvier, yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls.

Sementara itu, sinapsis adalah celah yang terdapat pada pertemuan satu neuron dengan neuron lainnya. Setiap sinapsis menyediakan koneksi antar neuron sehing memungkinkan terjadinya pertukaran informasi antar neuron tersebut. Informasi ini ditukarkan dalam bentuk zat kimia yang disebut Neurotransmiter.

Jenis Sel Saraf

Setelah mengetahui fungsi dendrit dan akson, kamu juga perlu mengenali jenis-jenis sel saraf (neuron). Berdasarkan fungsinya, sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu sel saraf sensorik, sel saraf motorik, dan sel saraf penghubung.

Sel saraf sensorik. Fungsi sel saraf sensorik adalah menghantar impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat, yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Ujung akson dari saraf sensorik berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet).

Sel saraf motorik. Fungsi sel saraf motorik adalah mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya dapat sangat panjang.

Sel saraf penghubung. Sel saraf penghubung disebut juga sel saraf asosiasi. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motorik dengan sel saraf sensorik atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat.

Sel saraf penghubung menerima impuls dari reseptor sensorik atau sel saraf asosiasi lainnya. Kelompok-kelompok serabut saraf, akson dan dendrit bergabung dalam satu selubung dan membentuk urat saraf. Sedangkan badan sel saraf berkumpul membentuk ganglion atau simpul saraf.