Fungsi Duktus Epididimis Sebagai Organ Reproduksi Pria, Berikut Penjelasannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Fungsi duktus epididimis cukup penting sebagai bagian dari organ reproduksi. Duktus epididimis atau sering juga disebut sebagai epididimis merupakan organ reproduksi bagian dalam pada pria. Epididimis adalah saluran berkelok-kelok dalam skrotum yang keluar dari testis.

Epididimis memiliki bentuk berupa saluran yang berjumlah sepasang, yang secara umum berfungsi sebagai tempat peyimpanan sperma sementara. Epididimis terdiri dari caput (kepala), corpus (tubuh), dan cauda (ekor).

Fungsi duktus epididimis berbeda pada masing-masing bagiannya. Kepala, tubuh, dan ekor epididimis memiliki fungsinya masing-masing dalam sistem reproduksi, terutama dalam menyimpan dan menyalurkan sperma ke bagian lainnya.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (1/2/2021) tentang fungsi duktus epididimis.

Organ Reproduksi Pria Bagian Luar

Organ Reproduksi Pria
Organ Reproduksi Pria

Duktus Epididimis merupakan salah satu bagian dari organ reproduksi pria. Oleh karena itu, sebelum mengenali fungsi duktus epididimis, kamu tentu harus memahami organ reproduksi pria terlebih dahulu.

Alat reproduksi pria dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu organ reproduksi bagian luar dan dalam.

Organ Reproduksi Bagian Luar

Organ reproduksi bagian luar terdiri dari penis dan skrotum. Penis merupakan alat reproduksi pria yang berfungsi sebagai tempat keluarnya sperma. Di dalam penis terdapat uretra yang merupakan muara bagi saluran kencing dan saluran kelamin.

Di samping itu, di dalam penis juga terdapat korpus kavernosum atau badan rongga, yaitu dua korpus kavernosum penis di sisi uretra dan satu korpus kavernosum penis di bawah uretra. Apabila terjadi rangsangan rongga ini akan terisi darah, sehingga dapat menyebabkan penis membesar dan memanjang serta menegang yang dikenal sebagai proses ereksi.

Selain itu, pada penis terdapat bagian yang disebut kepala penis (glans penis). Bagian ini merupakan ujung penis tempat terdapatnya lubang uretra (urifisium uretra) dan ujung-ujung saraf perasa. Pada kepala penis terdapat kulit penutup yang dapat melipat disebut kulup (preputium).

Selain penis, ada juga Skrotum sebagai organ reproduksi bagian luar. Skrotum merupakan kantong yang membungkus atau melindungi testis, dan berjumlah sepasang kanan dan kiri. Di antara skrotum kanan dan kiri terdapat jaringan ikat serta otot polos. Adanya otot polos mengakibatkan skrotum dapat mengerut dan mengendur. Terdapat pula otot lurik yang berfungsi mengatur suhu di sekitar testis agar selalu stabil (pembentukan sperma memerlukan suhu sedikit dibawah suhu tubuh yaitu 34°C).

Organ Reproduksi Pria Bagian Dalam

Organ Reproduksi (Ilustrasi: sexualhealthmen.com)
Organ Reproduksi (Ilustrasi: sexualhealthmen.com)

Organ reproduksi bagian dalam terdiri dari testis, saluran kelamin, dan kelenjar kelamin. Testis/gonad jantan berjumlah sepasang dan berfungsi memproduksi sperma melalui proses spermatogenesis dan memproduksi testosteron. Terdapat saluran-saluran halus disebut tubulus seminiferus yang menjadi tempat pembentukan sperma.

Sementara itu, saluran kelamin berfungsi menyalurkan sperma dari testis keluar tubuh melalui penis. Saluran kelamin terdiri dari duktus epididimis, duktus deferens, vesikula seminalis, dan duktus ejakulatorius.

Kelenjar kelamin berfungsi menghasilkan sekret. Kelejar kelamin yang melengkapi saluran kelamin terdiri dari vesikula seminalis, kelenjar prostat, kelenjar bulbouretra.

Fungsi Duktus Epididimis

Duktus epididimis merupakan bagian dari saluran kelamin sebagai organ reproduksi bagian dalam pada pria. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, fungsi duktus epididimis berbeda pada masing-masing bagiannya. Fungsi duktus epididimis secara umum adalah untuk menyimpan dan mengangkut sperma yang diproduksi oleh testis.

Fungsi duktus epididimis pada bagian kepalanya adalah sebagai tempat menyimpan sperma. Fungsi duktus epididimis pada bagian tubuh berperan sebagai tempat pematangan sperma. Proses pematangan sperma biasanya membutuhkan waktu sekitar 1 minggu. Sementara itu, fungsi duktus epididimis pada bagian ekor bertugas menyalurkan sperma ke saluran ejakulasi.

Berbagai fungsi duktus epididimis tersebut bisa terganggu jika epididimis mengalami infeksi, peradangan, atau masalah kesehatan lainnya.

Gangguan Kesehatan pada Epididimis

Organ Reproduksi Pria
Organ Reproduksi Pria

Setelah mengetahui berbagai fungsi duktus epididimis, kamu juga perlu mengenali gangguan apa saja yang bisa terjadi pada salah satu bagian pada organ reproduksi pria ini. Ada beragam penyakit yang bisa menyerang epididimis, di antaranya:

Epididimitis. Epididimitis merupakan peradangan pada epididimis yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada saluran kemih, infeksi prostat, atau penyakit menular seksual. Penyakit ini juga bisa disebabkan oleh benturan di pangkal paha atau pengaruh penyakit tuberkulosis. Meski bisa dialami oleh pria di berbagai usia, epididimitis umumnya menyerang pria usia 14–35 tahun.

Kista epididimis. Kista epididimis (spermatocele) merupakan kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam saluran epididimis. Penyebab kista epididimis masih belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh penyumbatan dalam saluran epididimis. Kista epididimis yang masih berukuran kecil sering kali tidak terdeteksi. Benjolan umumnya baru dapat dirasakan saat ukurannya mulai membesar. Benjolan yang muncul menyerupai gumpalan lunak dan dapat bergerak bila diraba.

Epididimo-orchitis. Epididimo-orchitis adalah peradangan pada epididimis dan testis karena infeksi, terutama infeksi saluran kemih atau infeksi menular seksual. Epididimo-orchitis ditandai dengan pembengkakan dan rasa nyeri pada skrotum.